bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Dalam rangka penguatan sinergi dan koordinasi lingkup BSIP Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) telah melaksanakan rapat koordinasi pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2023 bertempat di AWR BBSDLP, Bogor secara luring dan daring. Rakor ini dipimpin langsung oleh Kepala BBSDLP Husnain, SP. M.Sc. Ph.D yang dihadiri oleh Kepala Balittanah, Balittra, Balitklimat, Balingtan, Kabag dan Kasubag TU, Koordinator dan Sub Koordinator serta fungsional lingkup BBSDLP.

Pada sambutannya, KaBBSDLP menyampaikan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) dan Tugas Fungsi lingkup BBSDLP. Guna mendukung tusi baru ini, seluruh UPT lingkup BBSDLP agar mempersiapkan diri secara optimal, menjalankan tusi standardisasi.

Rakor sehari ini dimulai dengan sesi pembahasan terkait Tusi dan Formasi Jabatan, Pembahasan Komite Teknis (Komtek) dan Pembahasan Program Anggaran Kerjasama masing-masing balai. Dalam Kesempatan ini, KaBalittanah Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc memaparkan tentang perubahan nama Balittanah menjadi BSIP-Tanah dan Pupuk sebagai UPT baru yang bertransformasi dalam tugas fungsi standardisasi pertanian. Ladiyani menyampaikan terkait usulan peta jabatan Balittanah diantaranya terdiri dari Anjak, ASTA, PSP, Pengelolaan Laboratorium, Analis Kimia, Analis Kepegawaian serta litkayasa. Ladiyani juga memaparkan usulan PNPS 2023 tentang pupuk NPK padat diperkaya unsur mikro dan Komtek penyubur tanah pertanian meliputi standar mutu pupuk anorganik, organik, hayati dan pembenah tanah. Selain itu juga didiskusikan terkait LS pro untuk analisa pupuk atau pestisida. Acara paparan selanjutnya dilanjutkan dengan paparan dari KaBalitklimat Dr. Ir. Rahmawati, MM, KaBalittra Agus Hasbianto, PhD dan KaBalingtan Dr. Wahida Annisa, M.Sc. Pada sesi siang hari disampaikan paparan dari KaBag Tata Usaha Eman Sulaeman, S.P., M.Si, Koordinator Program dan Evaluasi Dr. Erna Suryani, M.Si dan Subkoordinator Kerjasama BBSDLP Anggri Hervani, M.Sc.

Rapat koordinasi ini juga diisi dengan diskusi dan penyampaian pemetaan jabatan dari seluruh balai lingkup BBSDLP. Diharapkan dengan adanya rakor ini tercipta sinergitas antar lingkup BBSDLP sehingga tercipta pertanian berstandar untuk menuju pertanian maju, mandiri dan modern (EW, Mtm, AFS, M.Is).

 

 

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian melalui direktorat teknisnya melaksanakan berbagai usaha untuk  meningkatkan produksi pertanian. Pupuk merupakan salah satu sarana pertanian yang berperan penting dalam meningkatkan produksi pertanian. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan melalui Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar serta Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah pada TA  2023 akan melaksanakan program pengadaan pupuk untuk memberi stimulasi pada petani.

Pengadaan yang akan dilaksanakan ini harus tepat sasaran dan akuntabel dimana dari segi kualitas, pupuk yang akan didistribusikan harus terjamin sesuai dengan standar mutu. Untuk keperluan tersebut Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar diwakili Tri Kusnari dan tim serta Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah diwakili Yakob Ginting melakukan konsultasi ke Balai Penelitian Tanah (Balittanah) pada Jum'at 27 Januari 2023 yang diterima oleh Heri Wibowo, M.Sc sebagai subkoordinator Jaslit dan ASTA Ibrahim Adamy Sipahutar, M.Sc.

Pada pertemuan ini, tim Balittanah menyampaikan bahwa pengawasan mutu pupuk dapat dilaksanakan salah satunya melalui pengambilan contoh pupuk oleh Petugas Pengambil Contoh (PPC) bersertifikat. Menjaga standar mutu sarana produksi pertanian yang diantaranya adalah pupuk, merupakan implementasi penerapan dari amanat UU No 22/2019 tentang Sistem Budidaya Berkelanjutan dimana sarana budidaya  pertanian harus terstandar. Standar mutu dan standar pengambilan sampel ini sejalan dengan tugas fungsi baru Balittanah sebagai unit pelaksana teknis di bawah Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP). (HW, AFS, M.Is, Mtm).

 

Dalam rangka Sinkronisasi metoda uji mutu pupuk NPK,  tim laboratorium Balittanah,  BBSDLP, BSIP yang terdiri dari Manajer Mutu (Dr. Linca Anggria), Manajer Teknis (Lenita Herawati, M.Si), dan analis kimia (Rini Prihatini, S.Si) melakukan kunjungan ke Laboratorium PT. Pupuk Kujang pada hari Kamis, 19 Januari 2023

Kunjungan ini diterima langsung oleh Manajer Teknis Laboratorium PT Pupuk Kujang, Ibu Inda beserta jajarannya. Acara diawali dengan diskusi mengenai tahapan pengerjaan pupuk NPK mulai dari persiapan contoh, penimbangan, ekstraksi contoh dan pengukuran. Selanjutnya tim Balittanah diajak untuk melihat prosedur analisis fosfor pada pupuk NPK.

Berdasarkan hasil diskusi dan melihat prosedur analisis fosfor pupuk NPK di laboratorium PT Pupuk Kujang terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian diantaranya persiapan contoh sebelum analisis dan proses dekstruksi. Laboratorium PT. Pupuk Kujang menggiling contoh pupuk menggunakan alat grinder merk Retsch ZM 200 dilengkapi  saringan untuk lolos 0.75 mm. Menurut narasumber dari Laboratorium PT. Pupuk Kujang yang perlu diperhatikan ketika menggiling dengan blender yaitu contoh pupuk hasil kuartering harus tergiling seluruhnya dan tidak ada yang tertinggal ketika contoh disaring menggunakan saringan ukuran 40 mesh. Seperti diketahui bahwa DAP sebagai bahan sumber P sulit dihancurkan dan kemungkinan tertinggal di ayakan. DAP yang tertinggal diayakan dianggap sebagai impuritis sehingga dibuang. Hal ini akan menyebabkan kadar fosfor menjadi rendah ketika dianalisis. Proses dekstruksi contoh pupuk NPK di Laboratorium PT. Pupuk Kujang menggunakan hot plate acid resistance dengan suhu maksimum 400oC. Selanjutnya narasumber juga menyapaikan bahwa  kadar fosfor diukur dengan metode pewarnaan kuning Vanadat  menggunakan alat Spektrofotometer UV Vis 1800. 

Diharapkan dengan kunjungan ini, dapat memperkaya informasi terkait teknis analisis laboratorium dalam rangka sinkronisasi metoda uji pupuk. Hal ini sangat penting dimana dengan adanya tugas fungsi standardisasi instrumen pertanian maka laboratorium berperan penting dalam pelaksanaan standardisasi. (LA, LH, AFS, HW, M.Is, Mtm).

Pupuk merupakan faktor produksi yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Mengingat pentingnya pupuk dan pemupukan, maka pada 19-21 Januari 2022 PPMKP Ciawi telah melaksanakan Training of Triner Pengelolaan Pupuk Bersubsidi Bagi Penyuluh Pertanian dan Petugas Pengelola Pupuk Bersubsidi se-Jawa Barat di PPMKP dengan salah satu narasumbernya yaitu Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring.

Pada kesempatan Training of Triner ini, Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc menyampaikan topik "Implementasi Pemupukan Berimbang”. Konsep pemupukan berimbang yang disampaikan mengutamakan pada pemberian pupuk dengan jumlah dan jenis hara sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman sehingga mencapai hasil optimal serta konsep perbedaan Pupuk dan Pemupukan. Lebih lanjut Ladiyani menyampaikan bahwa tidak semua hara harus ditambahkan, sehingga hanya hara yang dibutuhkan saja yang perlu ditambahkan. Tidak hanya itu saja, pemberian kombinasi pupuk anorganik dengan pupuk organik dilakukan untuk mendapatkan hasil optimal.

Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan hara esensial (hara makro primer, sekunder dan mikro) dan beneficial (misalnya Si yang berperan untuk menambah kekuatan dinding sel dari serangan OPT), dimana kebutuhan tanaman berbeda-beda. Pengetahuan terkait hara esensial setiap jenis tanaman berkaitan dengan pemberian pupuk berimbang karena kebutuhan tanaman umbi-umbian seperti kentang, ketela dan ubi memiliki kebutuhan hara yang berbeda dengan tanaman sayuran atau serealia.

Penentuan pemberian pupuk dapat dilakukan berdasarkan adanya faktor pembatas pertumbuhan yang menjadi salah satu dasar pemberian pupuk hara tertentu.

Pemupukan padi dengan dosis NPK 15-10-12 atau setara 300 kg/ha merupakan dosis pemupukan untuk pupuk subsidi yang ditentukan oleh pemerintah tahun 2022 dengan jumlah 45 kg(N), 30 kg (P2O5) atau 12,9 kg (P) dan 36 kg (K2O) atau 30 kg (K) dengan target minimal 6 ton/ha GKG. Meski penentuan dosis pemupukan sudah ditetapkan pemerintah, adanya faktor pembatas pertumbuhan padi pada fase pertumbuhan tertentu menjadi pertimbangan dalam pemberian pemupukan berimbang.

Pada kesempatan inj, Ladiyani juga memaparkan tentang salah satu inovasi dari Balai Penelitian Tanah yakni Buku Rekomendasi Pupuk N,P dan K spesifik lokasi pada Komoditas Padi sawah, Jagung dan Kedelai. Buku rekomendasi ini dapat didownload di website http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/

Pemberian materi ini diharapkan dapat disampaikan oleh peserta pelatihan kepada petani sebagai penerima bantuan pupuk subsidi dalam pemupukan berimbang agar penggunaan pupuk subsidi dapat efektif dan efisien sehingga dihasilkan produksi yang optimal serta tercipta produk-produk pertanian yang berstandarisasi untuk menuju pertanian Maju, mandiri dan modern. (DIK, EW, AFS, M.Is, Mtm).

 

Laboratorium Balittanah sebagai Penyelenggara Uji Profisiensi untuk laboratorium tanah di Indonesia memiliki sumberdaya manusia yang berkompeten dibidangnya. Dengan kapasitas yang mumpuni ini Balittanah sebagai salah satu  UPT dibawah BBSDLP, BSIP banyak berpartisipasi sebagai narasumber terkait laboratorium.

Salah satu kegiatan yang melibatkan SDM Balittanah adalah Kegiatan  Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan oleh Fakultas Pertaninan, Universitas Brawijaya, Malang. Bimtek kali ini terkait analisis N tersedia tanah menggunakan instrumen Spektrofotometer. Acara bimtek yang berlangsung pada 11-13 Januari 2023 di Laboratorium Kimia Ilmu Tanah diiukuti oleh dosen, analis, laboran serta mahasiswa Departemen Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Narasumber dari Balittanah pada bimtek analisis N tersedia ini yaitu Lenita Herawati, S.Si, M.Si selaku Manajer Teknis dan didampingi oleh Puji Wuningrum sebagai teknisi litkayasa terampil.  Bimtek dibuka oleh ketua Departemen Tanah Fakultas Pertanian Syahrul Kurniawan SP. MP. Ph.D dan Kepala Laboratorium Dr. Lenny Sri Nopriani SP. MP.

Pada kesempatan ini, Lenita memaparkan tentang bentuk nitrogen yang akan dianalisa, berbagai metode ekstraksi dan pengukuran ammonium dan nitrat pada contoh tanah, tanaman, air dan pupuk organik serta cara menghitung kadar dalam contoh yang dianalisa. Juga dipaparkan tentang kalibrasi peralatan baik eksternal maupun internal di laboratorium (Cek Antara). Tidak ketinggalan dipaparkan pula tentang bagaimana melakukan perawatan terhadap alat spektrofotometer yang digunakan. Sebagai penutup disampaikan tentang bagaimana cara laboratorium melakukan pengendalian mutu dan jaminan mutu serta control akurasi di laboratorium.

Praktik analisis dilakukan terhadap teknik pembuatan pereaksi/reagen yang diperlukan untuk analisa nitrogen  seperti pembuatan larutan buffer sitrat, buffer tartrat, natrium fenolat. Peserta juga diajarkan tentang pembuatan larutan deret standar (NH4 dari ammonium sulfat dan NO3 dari Potassium nitrat), teknik pengenceran larutan , teknik pemberian pereaksi pewarna larutan agar dihasilkan data yang baik untuk anailsa N tersedia, teknik analisa Nitrogen tersedia dengan metode Indofenol blue, cara UV-Visible, dan cara pewarnaan brusin. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti penuh antusias oleh seluruh peserta dan diskusi yang interaktif. (LH, PW, AFS, HW, M.Is., Mtm).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor-Jawa Barat 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com