Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pupuk Organik dan Pupuk Hayati

Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara tersedia bagi tanaman. Dalam Permentan No.2/Pert/Hk.060/2/2006, tentang pupuk organik dan pembenah tanah, dikemukakan bahwa pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Definisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih ditujukan kepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya; nilai C-organik itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik. Bila C-organik rendah dan tidak masuk dalam ketentuan pupuk organik maka diklasifikasikan sebagai pembenah tanah organik. Pembenah tanah atau soil ameliorant menurut SK Mentan adalah bahan-bahan sintesis atau alami, organik  atau mineral.

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota. Kompos merupakan produk pembusukan dari limbah tanaman dan hewan hasil perombakan oleh fungi, aktinomiset, dan cacing tanah. Pupuk hijau merupakan keseluruhan tanaman hijau maupun hanya bagian dari tanaman seperti sisa batang dan tunggul akar setelah bagian atas tanaman yang hijau digunakan sebagai pakan ternak. Sebagai contoh pupuk hijau ini adalah sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air Azolla. Pupuk kandang merupakan kotoran ternak. Limbah ternak merupakan limbah dari rumah potong berupa tulang-tulang, darah, dan sebagainya. Limbah industri yang menggunakan bahan pertanian merupakan limbah berasal dari limbah pabrik gula, limbah pengolahan kelapa sawit, penggilingan padi, limbah bumbu masak, dan sebagainya. Limbah kota yang dapat menjadi kompos berupa sampah kota yang berasal dari tanaman, setelah dipisah dari bahan-bahan yang tidak dapat dirombak misalnya plastik, kertas, botol, dan kertas.

Istilah pupuk hayati digunakan sebagai nama kolektif untuk semua kelompok fungsional mikroba tanah yang dapat berfungsi sebagai penyedia hara dalam tanah, sehingga dapat tersedia bagi tanaman. Pemakaian istilah ini relatif baru dibandingkan dengan saat penggunaan salah satu jenis pupuk hayati komersial pertama di dunia yaitu inokulan Rhizobium yang sudah lebih dari 100 tahun yang lalu. Pupuk hayati dalam buku ini dapat didefinisikan sebagai inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman. Memfasilitasi tersedianya hara ini dapat berlangsung melalui peningkatan akses tanaman terhadap hara misalnya oleh cendawan mikoriza arbuskuler, pelarutan oleh mikroba pelarut fosfat, maupun perombakan oleh fungi, aktinomiset atau cacing tanah. Penyediaan hara ini berlangsung melalui hubungan simbiotis atau nonsimbiotis. Secara simbiosis berlangsung dengan kelompok tanaman tertentu atau dengan kebanyakan tanaman, sedangkan nonsimbiotis berlangsung melalui penyerapan hara hasil pelarutan oleh kelompok mikroba pelarut fosfat, dan hasil perombakan bahan organik oleh kelompok organisme perombak. Kelompok mikroba simbiotis ini terutama meliputi bakteri bintil akar dan cendawan mikoriza. Penambatan N2 secara simbiotis dengan tanaman kehutanan yang bukan legum oleh aktinomisetes genus Frankia di luar cakupan buku ini. Kelompok cendawan mikoriza yang tergolong ektomikoriza juga di luar cakupan baku ini, karena kelompok ini hanya bersimbiosis dengan berbagai tanaman kehutanan. Kelompok endomikoriza yang akan dicakup dalam buku ini juga hanya cendawan mikoriza vesikuler-abuskuler, yang banyak mengkolonisasi tanaman-tanaman pertanian.

(Kutipan: Bab I. Pendahuluan Buku Pupuk Organik dan Pupuk Hayati, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 2006. Editor: Simanungkalit, et al.)

  1. Berita Terbaru
  2. Kunjungan
  3. Info Teknologi
  4. Info Aktual
  5. Capaian/Penghargaan
  6. Peta
  7. Poster
Lahan Gambut Untuk Budidaya Pertanian, Bisakah?

Lahan Gambut Untuk Budidaya Pertanian, Bisakah?

20 February 2021
Pemanfaatan lahan gambut saat ini menjadi topik hangat yang banyak diperbincangkan baik dari aspek ilmiah…
Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Tanaman Pangan yang Berkelanjutan

Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Tanaman Pangan yang Berkelanjutan

16 February 2021
Himpunan Gambut Indonesia (HGI) menyelenggarakan Webinar Seri 2: Menuju Kongres Nasional HGI dan Seminar Internasional…
Kupas Tuntas Pupuk Hayati dalam Acara MSPP

Kupas Tuntas Pupuk Hayati dalam Acara MSPP

07 February 2021
Kegiatan MSPP (Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian) merupakan kegiatan bimtek yang rutin dilaksanakan oleh…
Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian:  “Status hara N,P dan K tanah serta Rekomendasi Pemupukan Berimbang”

Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian:  “Status hara N,P dan K tanah serta Rekomendasi Pemupukan Berimbang”

02 February 2021
Kegiatan MSPP (Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian) Vol.3 / 2021 dilaksanakan pada hari Jumat,…
Bimtek Teknik Konservasi Tanah pada Budidaya Pertanian

Bimtek Teknik Konservasi Tanah pada Budidaya Pertanian

29 January 2021
Pada tanggal 28 Januari 2021 telah dilaksanakan bimtek online yang merupakan salah satu program diseminasi…
Bimtek Seri 1

Bimtek Seri 1

26 January 2021
Pabrik Kehidupan: Peran Tanah dan Keanekaragaman Hayati Tanah

Pabrik Kehidupan: Peran Tanah dan Keanekaragaman Hayati Tanah

20 January 2021
Kreatifitas generasi milenial perlu dikembangkan dan diarahkan ke jalur yang positif, salah satu bentuknya adalah…
Pentingnya Memelihara Kesehatan Tanah Untuk Mencapai Produktivitas Tinggi

Pentingnya Memelihara Kesehatan Tanah Untuk Mencapai Produktivitas Tinggi

18 January 2021
Tanah dalam kehidupan manusia mempunyai peran yang sangat penting antara lain sebagai sumber kesejahteraan, kemakmuran,…
Kunjungan Tim Peneliti Balitbu

Kunjungan Tim Peneliti Balitbu

04 July 2019
Pada tanggal 4 Juli 2019 Balai Penelitian Tanah (Balittanah) menerima kunjungan tim peneliti dari Balai…
Supervisi PUI Pengelolaan Tanah Presisi

Supervisi PUI Pengelolaan Tanah Presisi

04 July 2019
Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Balitbangtan, Kementan adalah salah satu dari 15 lembaga Pusat Unggulan Iptek…
Kunjungan Pelaku IKM Kabupaten Sukabumi

Kunjungan Pelaku IKM Kabupaten Sukabumi

28 June 2019
Balitbangtan-Balai Penelitian Tanah mendapat kunjungan dari Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Sukabumi, berjumlah…
Kunjungan Tim RDA-AFACI, Korea

Kunjungan Tim RDA-AFACI, Korea

11 June 2019
Pagi ini Balittanah mendapat kunjungan Tim dari RDA (Rural Development Administration)-AFACI, yaitu Dr. Byonggu Ko…
Kunjungan Mahasiswa Universitas Tidar

Kunjungan Mahasiswa Universitas Tidar

10 April 2019
Dalam rangkaian kunjungan mahasiswa beserta dosen Universitas Tidar Magelang ke Kampus Pertanian Cimanggu Bogor, sebanyak…
Kepala Balittanah Lakukan Kunjungan Kerja Ke KP Taman Bogo

Kepala Balittanah Lakukan Kunjungan Kerja Ke KP Taman Bogo

08 February 2019
Dalam rangka melakukan konsolidasi internal dan menyampaikan informasi terkini, Kepala Balai Penelitian tanah (Balittanah), Dr…
Kunjungan Lapang dan FGD Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Masam Untuk Tanaman Jagung

Kunjungan Lapang dan FGD Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Masam Untuk Tanaman Jagung

06 September 2018
Pada hari Rabu tanggal 5 September 2018, telah dilaksanakan acara kunjungan lapang dan FGD terkait…
Kunjungan Tim Biochar ke Lahan Petani di Desa Banyubang

Kunjungan Tim Biochar ke Lahan Petani di Desa Banyubang

19 February 2018
Pada tanggal 15 Februari 2018, tim kerja sama penelitian “Biochar sebagai Salah Satu Bentuk Adaptasi…
Kunjungan ICRAF Principal Scientist on Land Health Desicion

Kunjungan ICRAF Principal Scientist on Land Health Desicion

25 January 2018
Bertempat di Ruang Rapat II Balittanah mendapat kunjungan Dr. Keith Shepherd (ICRAF Principal Scientist on…
Peran Lignoselulolitik Merombak Limbah Serat Tinggi menjadi Pupuk Organik Granul (POG)

Peran Lignoselulolitik Merombak Limbah Serat Tinggi menjadi Pupuk Organik Granul (POG)

30 April 2015
Limbah Pertanian dan Limbah Industri berupa, sekam padi, kelapa sawit, jerami padi dan serbuk gergaji,…
Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut

Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut

09 May 2014
Lahan gambut merupakan penyimpan karbon dalam jumlah sangat besar. Karbon yang terkandung di dalam tanah…
Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut

Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut

16 April 2012
SIMPANAN KARBON DAN EMISI CO2 LAHAN GAMBUT Tanah gambut menyimpan C yang jauh lebih tinggi…
Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik 25%

Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik 25%

15 September 2011
Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik <5 Hari untuk Pembuatan Foliar Biofertilizer dan Biostimulant…
Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah >15% Mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS)

Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah >15% Mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS)

15 September 2011
Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah…
Pemanfaatan Teknologi Nano untuk Meningkatkan Efisiensi Pupuk>25%

Pemanfaatan Teknologi Nano untuk Meningkatkan Efisiensi Pupuk>25%

15 September 2011
Pemanfaatan Teknologi Nano untuk Meningkatkan Efisiensi Pupuk>25% Study on nanotechnology to improvefertilizerefficiency>25% Dalam upaya mencapai…
Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Hortikultura >20% Mendukung Pengembangan Kawasan Hortikultura

Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Hortikultura >20% Mendukung Pengembangan Kawasan Hortikultura

13 September 2011
Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Hortikultura >20% Mendukung Pengembangan Kawasan Hortikultura Land Management…
Teknologi Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan >15%, Pemupukan>35%, Mendukung P2BN

Teknologi Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan >15%, Pemupukan>35%, Mendukung P2BN

13 September 2011
Teknologi Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan >15%, Pemupukan >35%, Mendukung P2BN Technology…
Teknik Pengayaan Pupuk Organik dengan Mikroba

Teknik Pengayaan Pupuk Organik dengan Mikroba

25 February 2021
+ 65% lahan sawah di Indonesia memiliki kandungan bahan organik (BO) rendah sampai sangat rendah,…
Konservasi Tanah pada Budidaya Pertanian

Konservasi Tanah pada Budidaya Pertanian

03 February 2021
Konservasi tanah dalam arti luas adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai…
Petunjuk Teknis Pengambilan Contoh Pupuk dan Pembenah Tanah

Petunjuk Teknis Pengambilan Contoh Pupuk dan Pembenah Tanah

29 January 2021
Ketahanan pangan merupakan kebijakan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Ketahanan pangan yang kuat akan mendukung…
RKA-KL

RKA-KL

22 June 2020
RKA-KL Tahun 2019
Proceeding 1st International Conference on Biofertilizers and Biopesticides

Proceeding 1st International Conference on Biofertilizers and Biopesticides

15 May 2020
Proceeding 1st International Conference on Biofertilizers and Biopesticides
Perpustakaan

Perpustakaan

26 February 2019
Balai Penelitian Tanah (Balittanah) merupakan Perpustakaan khusus, yang fungsi utamanya menyediakan informasi sesuai dengan mandat…
Kegiatan 2018

Kegiatan 2018

31 January 2019
RPTP (Rencana Penelitian Tingkat Peneliti) 1. Penelitian Formulasi Pupuk dan Pembenah Tanah, Penyusunan dan Penyempurnaan…
Kegiatan 2017

Kegiatan 2017

31 January 2019
RPTP (Rencana Penelitian Tingkat Peneliti) 1. Penelitian Penyusunan Informasi Geospasial dan Sistem Pengelolaan Sumberdaya Lahan…
Kegiatan 2016

Kegiatan 2016

31 January 2019
RPTP (Rencana Penelitian Tingkat Peneliti) 1. Penelitian Formulasi dan Teknik Produksi Pupuk dan Pembenah Tanah…
Peta-peta Lahan Kering dan Lahan Sawah Kab. Bangka Tengah

Peta-peta Lahan Kering dan Lahan Sawah Kab. Bangka Tengah

03 February 2016
Lahan Kering:- Peta Observasi- Peta Kadar C-Organik- Peta Status Hara Fosfat- Peta Status Hara Kalium-…
Peta-peta Fosfat Sawah Jawa Tengah

Peta-peta Fosfat Sawah Jawa Tengah

09 August 2012
1. Fosfat Sawah Cirebon 2. Fosfat Sawah Jawa Tengah dan Yogyakarta
Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Tengah

Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Tengah

09 August 2012
1. C-Organik Sawah Cirebon 2. C-Organik Sawah Jawa Tengah dan Yogyakarta 3. C-Organik Sawah Madiun…
Peta-peta Kalium Sawah Jawa Timur

Peta-peta Kalium Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. Kalium Sawah Denpasar 2. Kalium Sawah Jawa Timur 3. Kalium Sawah Madiun 4. Kalium…
Fosfat Sawah Jawa Timur

Fosfat Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. Fosfat Sawah Denpasar 2. Fosfat Sawah Jawa Timur 3. Fosfat Sawah Madiun 4. Fosfat…
Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Timur

Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. C-Organik Sawah Denpasar 2. C-Organik Sawah Jawa Timur 3. C-Organik Sawah Madiun 4. C-Organik…
   
   
   
   
   

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933