Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Kebiasaan petani, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah dalam penyiapan lahan dengan cara membakar telah memberikan dampak negatif yang cukup besar, seperti kebakaran lahan. Sehingga, pemerintah pun telah menerbitkan peraturan pemerintah mengenai larangan pembukaan dan penyiapan lahan dengan cara membakar.

Menyikapi hal ini, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian mengenalkan teknologi alternatif penyiapan lahan tanpa bakar melalui serangkaian kegiatan demo plot yang telah dilakukan sejak 2 tahun terakhir di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini telah menunjukkan hasil, Sabtu (18/1) lalu telah dilaksanakan Syukuran Panen Padi, Demplot Pembukaan Lahan Tanpa Bakar oleh Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, SH., MH. Dalam sambutannya, Nurhidayah menghimbau kepada Petani yang hadir untuk mengadopsi teknologi yang telah didemokan oleh Tim Balai Penelitian Tanah, Balitbangtan. "Saya berharap demplot PLTB tersebut dapat menjadi contoh bagi petani di Kabupaten Kobar, karena setelah dilakukan inovasi terhadap lahan di daerah ini dengan PLTB dapat dihasilkan potensi ekonomi yang luar biasa," ungkapnya. Hadir pula dalam acara ini Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc beserta tim penelitinya.

Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc. mengatakan bahwa pilihan paket teknologi telah tersedia. "Kombinasi teknologi tanpa bakar, dengan memanfaatkan tanaman-tanaman hasil pembersihan ladang menjadi kompos yang dipercepat dekomposisinya dengan dekomposer unggul dan amelioran serta dipupuk organik dan anorganik sesuai target hasil, menjadi pilihan terbaik." tambahnya.

Menurut Ladiyani, masalah utama yang dihadapi petani untuk mengembangkan pertanian adalah tingkat kemasaman tanah yang tinggi karena tanahnya tergolong tanah sulfat masam, sehingga teknologi persiapan lahan tanpa bakar yang sesuai salah satunya adalah ameliorasi menggunakan kapur sebagai pengganti abu hasil pembakaran.

"Selanjutnya, banyaknya volume sisa tanaman setelah semak-semak ditebas dimanfaatkan dengan cara dikomposkan dan dikembalikan ke lahan sebagai pupuk organik." terangnya.

Proses selanjutnya adalah tunggul kayu yang keluar dari lahan pada saat proses pengolahan lahan dan ranting-ranting yang cukup besar diproses menjadi biochar melalui pembakaran terkendali. Biochar yang dihasilkan dicampur dengan kompos sehingga kualitasnya menjadi lebih baik. "Kedua teknologi tersebut diterapkan secara simultan untuk mengatasi masalah tanah dan perbaikan pertumbuhan tanaman." lanjut Ladiyani.

 

Paket teknologi yang diaplikasikan dalam demplot persiapan dan pengelolaan lahan tanpa bakar merujuk pada karakteristik tanah dan kendala yang dihadapi yaitu penyiapan lahan dengan cara tebas semak belukar, sisa tanaman dikomposkan dengan dekomposer. Kompos dijadikan sebagai sumber pupuk organik.

 Selanjutnya adalah ameliorasi lahan dengan menggunakan kapur sebagai pengganti abu untuk meningkatkan pH tanah, menetralkan unsur-unsur beracun. Pengelolaan air juga dilakukan dengan membuat saluran tersier, tanggul banjir dan perataan tanah.

Sementara untuk pengelolaan hara dengan pemupukan menggunakan NPK majemuk sebagai sumber hara tanaman. Dilakukan pula pengelolaan gulma menggunakan herbisida sistemik dan herbisida kontak dan selektif, dan pengendalian hama secara preventif dan pemberantasan sesuai dengan jenis hama dan penyakit.

Lebih lanjut, Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat Ir. Kamaludin juga meminta agar Badan Litbang Pertanian tetap mengawal pengembangan lahan sulfat masam dengan inovasi teknologinya.

Dinas Pertanian dan Perkebunan juga terus mengajak dan menghimbau kepada petani di Desa Kumpai Batu Atas khususnya, dan Kabupaten Kotawaringin Barat agar lebih adaptif dengan inovasi pertanian yang tersedia, "agar para petani dapat kreatif dan tidak mudah menyerah dengan kendala fisik lingkungan pertanian sekitar." tutup Kamaludin (LRW, M.Is, AFS).

Bertempat di RR 2 Balittanah, pagi ini 21 Januari 2020 dilaksanakan Kaji Ulang Manajemen (KUM) Lab Pengujian Balittanah ISO 17025:2017.

Kegiatan ini dipimpin oleh Manajer Mutu Lab Pengujian Balittanah, Dr. Linca Anggria, dihadiri oleh Ka Balittanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati serta dihadiri oleh Manajer Administrasi, Para Manajer Teknis, Deputi Manajer, Tim Manajer, dan Penyelia Laboratorium Penguji Balittanah.

Dalam sambutan pembukaannya, Ka. Balittanah antara lain mengatakan “kaji ulang manajemen ini adalah istilah di dalam akreditasi atau pengelolaan di dalam laboratorium”. Selanjutnya Ka Balittanah menambahkan bahwa KUM ini seperti di Yantek  adalah evaluasi pelaksanaan kegiatan baik dari kegiatan penelitian maupun manajemen dan diseminasi.  “Kaji ulang berarti melihat sesuatu, kemudian manajemen apa terkait dengan pengelolaannya di laboratorium”, lanjutnya lagi.

Kegiatan KUM ini berisi Laporan Manajer Mutu, Dr. Linca Anggria. Laporan ini antara lain mengenai kaji ulang dokumen, audit internal, tindakan perbaikan dan pencegahan serta peningkatan SDM.

Manajer Administrasi, Dr. Asmarhansyah melaporkan antara lain mengenai SDM, Keluhan pelanggan, Penyelesaian keluhan pelanggan, Akomodasi, dan Kondisi Lingkungan

Selanjutnya laporan dari masing-masing Manajer Teknis, yaitu Manajer Teknis Lab Kimia, Lab Biologi, Lab Fisika dan Lab Mineralogi.

Acara terakhir adalah melakukan Evaluasi Sasaran Mutu Tahun 2019, Penyusunan Sasaran Mutu 2020, dan Penyusunan Jadwal Kegiatan 2020; serta Laporan penyelia Lab Kimia. (M. Is, 21 Jan 2020).

Bertempat di aula KP. Taman Bogo, Lampung TImur, senin 20 Januari 2020 telah dilaksanakan Rakor Seninan yang dihadiri oleh seluruh staff ASN, honorer dan security. Rakor dipimpin oleh kepala KP. Taman Bogo, Septiyana, SP.,M.Si.

Rakor ini membahas antara lain: (1) Kegiatan teknis lapang: a) lahan sawah, b) tenaga kerja harian lepas dan upah THL, c) temu lapang, d) penelitian kerja sama; (2) Pengisian quisioner pegawai; (3) Absensi dan seragam pegawai; (4) SKP; (5) Kegiatan OPAL. (20 Jan 2020, MH).

Bertempat di RR 2 Balittanah, Senin 20 Januari 2020 telah dilaksanakan Rakor Seninan Balittanah yang dibuka oleh Plh Kasubbag TU, Heri Wibowo, ST., M.Sc.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ka Balittanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati dihadiri oleh pejabat struktural, ketua kelti, Prof. riset, peneliti, litkayasa, pustakawan, laboran, dan staf Balittanah.

Dalam rakor ini dibahas mengenai SKP, seminar, arahan kepala Balittanah, proposal, kegiatan penelitian, dan keuangan.

Dalam laporannya, Plh Kasubbag TU, Heri Wibowo, ST., M.Sc. menekankan mengenai SKP agar lebih rutin untuk mengisi setiap harinya. Jangan sampai dikerjakan menumpuk di akhir bulan.

Kasie Jaslit, Dr. Asmarhansyah, melaporkan mengenai kegiatan seminar kerjasama hasil penelitian 2019 yang telah dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2020.

Selanjutnya, arahan Kepala Balittanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, antara lain tentang kehadiran, saat ini musim hujan harus bisa mengantisipasi karena peluang terjadi kemacetan di jalan itu besar, kemudian beberapa bulan ke depan ini ada peluang hujan masih banyak, jangan sampai ini menurunkan kinerja kita. Selanjutnya Ka Balittanah juga membahas kegiatan tahun 2020 kemudian rencana diseminasinya, dan rencana membuat buku sesuai tupoksi Balittanah, serta layanan medsos harus lebih diperkuat lagi.

Diakhir Rakor adanya diskusi yang begitu baik dan hangat yang mendiskusikan beberapa hal yang terkait dengan bahasan diatas. (M.Is, 20 Jan 2020).

Bertempat di aula KP Taman Bogo dilaksanakan Rakor Seninan yang dihadiri oleh seluruh staff ASN, honorer dan security KP Taman Bogo, Lampung Timur. Rakor dipimpin oleh Kepala KP.  Taman Bogo, Septiyana, M.Si.

Dalam Rakor kali ini membahas antara lain: (1) Kegiatan teknis lapang a) Pengolahan tanah ke-2 lahan sawah dan persiapan tanam padi sawah b) Pemeliharaan/perawatan penelitian (pengendalian hama/penyakit dan pemupukan) c) Temu lapang; (2) SKP; (3) Arsip/berkas kepegawaian; (4) Ruang arsip. (6/01/2020, MH).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933