Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Malam berbagi ilmu, itulah yang menggambarkan suasana bimbingan teknis yang berlangsung malam hari pada tanggal 11 Oktober 2020 di lokasi kegiatan demfarm CoE Food Estate di Posko Food Estate Badan Litbang Pertanian, Rei 19, Desa Belanti Siam, Kec. Pandih Batu, Kab. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Bimtek yang mengusung dua tema, yakni: (1) Tipologi dan Karakteristik Lahan Pasang Surut, dan (2) Pemanfaatan Agrimeth pada Seed Treatment yang disampaikan oleh dua peneliti Balai penelitian Tanah yang berkompeten di bidangnya yaitu Dr. I Gusti Made Subiksa dan Dr. Etty Pratiwi sebagai narasumber.

Bimtek yang diselenggarakan oleh Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Balitbangtan, Kementerian Pertanian dan dihadiri oleh lebih dari 100 petani dari 12 Kelompok Tani Kecamatan Pandih Batu dibuka Dr. Asmarhansyah selaku Kabid KSPHP yang mewakili KaBBSDLP dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Dedy Irwandi yang mewakili KaBPTP Kalimantan Tengah. Lebih lanjut dalam salah satu pemaparan materi, Dr Etty Pratiwi menyampaikan bahwa petani di Belanti Siam masih perlu didampingi, terutama untuk pengetahuan terkait pupuk hayati dan input lainnya sehingga para petani memiliki pengetahuan yang cukup terkait manfaat dan aplikasi pupuk hayati dan seed treatment.

Walaupun berlangsung malam hari, tidak menyurutkan semangat para petani untuk mengikuti bimtek, bahkan acara diskusi semakin malam semakin seru.  Dua orang peserta bimtek yang berhasil menjawab seluruh pertanyaan quiz dengan benar (quiz disebar sebelum bimtek dimulai) dan menjawab pertanyaan terkait tanah sulfat masam mendapatkan door prize dari panitia,

Beberapa pertanyaan dan saran yang sangat baik terkait deteksi cepat pH tanah dan pupuk hayati disampaikan oleh kelompok tani.  Hawa dingin berhembus tidak menjadi penghalang, peserta tetap bersemangat mengikuti Bimtek hingga pukul 22:00. Semoga semua ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat dalam meningkatakan produktivitas pertanian di lahan pasang surut. (EP, AFS, M.Is).

 

 

Sektor pertanian mempunyai peranan vital serta menjadi leading sector dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam memenuhi tuntutan kebutuhan pangan dan energi. Oleh karena itu sektor pertanian dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia yang terus meningkat. Sektor pertanian selain berperan strategis dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi dan energi dalam negeri, juga merupakan sumber penyedia lapangan kerja dan bahan baku industri, nilai tambah dan daya saing, meningkatkan penerimaan devisa negara, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Sehingga dapat dikatakan bahwa sektor pertanian merupakan tumpuan ekonomi dan penggerak utama ekonomi nasional dan daerah.
 
Kunci keberhasilan pelaksanaan pembangunan pertanian terletak pada petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. Petani adalah subjek dan juga sekaligus sebagai objek dari pembangunan pertanian. Kondisi petani Indonesia saat ini didominasi oleh petani berlahan sempit, dengan berbagai keterbatasan dalam hal permodalan, pendidikan, dan keterampilan.
 
Hasil beberapa kajian menunjukkan bahwa kunci utama memberdayakan petani adalah melalui inovasi dan diseminasi teknologi. Berbagai studi melaporkan bahwa inovasi teknologi terbukti telah menjadi sumber pertumbuhan dan peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani.
 
Dewasa ini telah banyak inovasi pertanian hasil penelitian dan pengkajian Balitbangtan yang dapat dikembangkan guna mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Inovasi teknologi terbukti telah menjadi sumber pertumbuhan dan peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani. Namun, tingkat pemanfaatan inovasi yang dihasilkan oleh Balitbangtan perlu ditingkatkan adopsinya. Pengembangan iptek tidak akan optimal, tanpa keterlibatan masyarakat. Tidak hanya dalam proses, namun hasil riset, inovasi dan iptek juga harus dapat dihilirisasi agar dapat diadposi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
 
Untuk menjawab tantangan di atas, Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) melaksanakan sosialisasi pelaksanaan denfarm jagung produksi tinggi dengan sistem tanam zig-zag pada tanggal 5 Oktober 2020 di dua desa yaitu desa Karang Agung, Kecamatan Simpang, Kabupaten OKUS (Oran Komering Ulu Selatan) dan di desa Sabahlioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKUT (Ogan Komering Ulu Timur), Sumatera Selatan. Dimasing-masing desa akan dilaksanakan demfarm jagung seluas 25 ha. Kegiatan sosialisasi ini diisi oleh peneliti Balai Penelitian Tanah, Dr I Wayan Suastika sebagai narasumber dan didampingi oleh peneliti BPTP Sumatera Selatan Ni Luh Putu Sri Ratmini. Paket teknologi yang disosialisasikan untuk diadopsi oleh para petani adalah, penggunaan benih unggul jagung berproduktivititas tinggi, pemupukan berimbang, pemanfaatan fosfat alam dengan reaktivitas tinggi dengan dosis 1 ton/ha, penerapan system tanam zig-zag dengan jarak tanam 70 x 30 x 12,5 cm, pemberian kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah sebanyak 1 ton/ha, serta pemberian bahan organik sekitar 3 ton/ha.
 
Sosialisasi diikuti oleh seluruh petani peserta program yaitu sebanyak 60 orang petani. Hadir juga pada acara sosialisasi adalah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten OKUS dan OKUT, yang masing-masing diwakili oleh Kabid. Produksi Tanaman Pangan, para Koordinator Penyuluh serta para PPL di wilayah masing-masing, Para Ketua Kelompok Tani, Peneliti dari Balai Penelitian Tanah, serta Peneliti dari BPTP Sumsel.
 
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan OKUT, Ir. Tukimin, MM dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan menyambut baik atas terselenggaranya acara sosialisasi program demfarm jagung serta berharap agar para petani bersungguh-sungguh mengikuti program. Beliau juga mengharapkan agar anggota kelompok tani meningkatkan kerjasama antar anggota dan jika ada permasalahan dapat didiskusikan untuk ditemukan jalan keluarnya. Dr. Ir. I Wayan Suastika, M.Si dalam paparannya menyampaikan agar para petani mengikuti seluruh langkah-langkah penerapan paket teknologi yang sudah disepakati untuk meningkatkan keberhasilan dari program demfarm jagung yang akan dikerjakan. Dengan optimisme yang tinggi dari para petani peserta program, maka upaya untuk mencapai tingkat produktivitas jagung yang tinggi bukanlah suatu impian. (IWS, LPR, NLN, AFS, M.Is).

 

 

 

Jaminan mutu hasil dan layanan merupakan kunci keberhasilan kinerja dari suatu Institusi. Sebagaimana diketahui ISO adalah Organisasi Internasional untuk Standardisasi yang terdiri atas wakil badan standar nasional setiap negara, dimana Wakil dari Indonesia adalah BSN (Badan Standardisasi Nasional).

Salah satu standar yang disusun adalah ISO 9001, yaitu tentang sistem manajemen mutu, orientasi kepada kepuasan pelanggan yang sifatnya generik dan bisa diaplikasikan untuk seluruh sektor (pemerintah, swasta, UKM dan dan lain-lain).

Sejak pertama diterbitkan, ISO 9001 mengalami 2 kali perubahan minor (1994, 2008) dan 2 kali perubahan major (2000, 2015). Versi terkini ISO 9001 adalah ISO 9001:2015.

ISO 9001 lebih berisi persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemerintah, swasta, UKM dan dan lain-lain, di mana cara untuk memenuhi persyaratan tersebut diserahkan ke masing-masing tergantung dari jenis dan kompleksitas dari masing-masing kegiatannya. 

Manfaat Penerapan IS0 9001 bagi suatu intitusi adalah : (1) Jaminan mutu yang terorganisasi, sistematik dan efektif; (2) Meningkatkan image organisasi dan daya saing; (3) Meningkatkan kesadaran mutu dalam organisasi; (4) Ada pengakuan formal terhadap eksistensi organisasi; (5) Menjadi metode reformasi birokrasi dan pencapaian target; (6) Menambah kepercayaan Organisasi dalam pelayanan; dan (7) Meningkatkan mutu pelayanan secara terus menerus, dan senantiasa melakukan perubahan / Inovasi.

Pada tanggal 28 September 2020, Balittanah telah melakukan Sosialisasi dan Pemahaman dalam bentuk inhouse training  secara virtual mengenai ISO 9001:2015. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balittanah Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc diikuti oleh Pejabat struktural Balittanah, serta Tim ISO Balittanah (Dr. Diah Setyorini; Heri Supiono, SE.; Dila Aksani, SP, MSi; Septiyana, SP, M.Si; Kuspriyanto, SE; Usman, A.Md; Alfareza G Ramadhan, A.Md; dan Rani Fitria). Bertindak sebagai Nara Sumber adalah Dr. Saptowo Pardal dari BB Biogen.

Saptowo dalam penjelasannya antara lain mengatakan “Orientasi dari ISO 9001:2015 adalah kepuasan pelanggan dari produk dan teknologi yang dihasilkan”. serta “standar yang diberlakukan adalah universal”.

Selanjutnya Kepala Balittanah antara lain menjelaskan bahwa Inhouse training ini sangat penting bagi Tim ISO 9001 Balittanah, karena salah satu prasyarat bagi anggota Tim dan juga tim audit internal ISO 9001 harus mengetahui dan memahami ISO 9001 ini.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga jam dan diakhiri dengan diskusi yang sangat intens. Diharapkan dengan diterapkannya ISO 9001 di Balittanah, maka kinerja penelitian dan pelayanan dapat berjalan dengan baik dan memberikan outcome yang seluas-luasnya. (M.Is,  LRW).

Reformasi birokrasi untuk mengubah pola pikir, budaya kerja, dan sistem manajemen pemerintahan, sehingga peningkatan kualitas pelayanan publik lebih cepat tercapai telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui percepatan pendayagunaan aparatur negara. Usaha tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan untuk menghasilkan Pelayanan Publik yang prima.

Implementasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik terutama dalam evaluasi kinerja pelayanan publik Kementerian Pertanian memberikan apresiasi terhadap unit kerja pelayanan publik berprestasi bidang pertanian yang melaksanakan pelayanan prima (berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan yang telah terukur). Apresiasi ini dalam bentuk penghargaan Abdibaktitani. Abdibaktitani adalah penghargaan dalam bentuk piala, plakat dan piagam yang diberikan oleh Menteri Pertanian kepada UKPP (Unit Kerja Pelayanan Publik) Berprestasi Bidang Pertanian yang telah melaksanakan pelayanan prima (berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur).

Selasa 29 September 2020 Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Dr. Ladiyani Retno Widowati mempresentasikan pelayanan Balai Penelitian Tanah dalam acara penilaian lanjutan Penghargaan Abdibaktitani 2020 melalui video conference secara virtual. Balittanah merupakan Unit Pelayanan Teknis yang memiliki tugas untuk melaksanakan penelitian tanah. Adapun fungsinya antara lain pemberian pelayanan teknik kegiatan penelitian tanah, serta penyiapan kerjasama, informasi, dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian tanah.

Balittanah memiliki enam jenis layanan yang antara lain adalah: (1) Layanan Analisis Laboratorium. Yaitu Lab. Kimia Tanah: Tanah, Tanaman, Pupuk, dan Air irigasi; Lab. Fisika Tanah; Lab. Biologi Tanah, dan Lab. Mineralogi Tanah; (2) Layanan  Kerjasama Penelitian, yaitu penelitian bidang  kimia dan kesuburan tanah, fisika dan konservasi tanah, dan biologi  dan kesehatan tanah; (3) Layanan Bimtek dan  Magang, baik pelajar atau mahasiswa serta Institusi pemerintah dan swasta; (4) Layanan Konsultasi yang antara lain adalah penelitian konservasi, rehabilitasi, dan reklamasi tanah; konsultasi pengelolaan kesuburan tanah; serta konsultasi teknologi penggunaan lahan/pengelolaan tanah dan pupuk; (5) Layanan Uji Profisiesnsi  dengan ruang lingkup tanah, tanaman, dan pupuk organik; dan (6) Layanan Perpustakaan dan  Informasi sumber daya tanah Indonesia.

Inovasi pelayanan publik di lingkup Balittanah antara lain dikembangkannya SILPO (Sistem Informasi Layanan Pelanggan On-line), AgriDSS, Si-Lahan, serta rekomendasi pemupukan.

Balittanah menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati janji ini tentu siap menerima sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kami utamakan profesionalisme untuk pelayanan  terbaik. (HW, M.Is).

 

 

.

Pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh penjuru dunia telah memberikan dampak yang luar biasa pada tatanan kehidupan. Berbagai sektor bahkan hampir semua sektor telah terpukul oleh pandemi ini. Namun bidang pertanian merupakan salah satu sektor yang relatif stabil dan mampu bertahan ditengah gejolak pandemi ini, seperti yang pernah disampaikan oleh Dr Fadjry Djufry Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian beberapa waktu yang lalu. Pertanian sendiri harus disokong oleh bidang-bidang lain yang fungsinya sangat penting, salah satunya adalah terkait teknologi pengelolaan lahan. Teknologi pengelolaan lahan erat kaitannya dengan keharaan tanah, yang bisa diketahui dari pengujian di laboratorium. Sebagaimana arahan Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Dr. Husnain bahwa laboratorium pengujian tanah sangat penting untuk pertanian, oleh karenanya harus dijaga kualitasnya.

Balai Penelitian Tanah memiliki instalasi laboratorium yaitu laboratorium kimia tanah, laboratorium fisika tanah, laboratorium biologi tanah, serta laboratorium mineralogi tanah. Laboratorium ini telah terakreditasi oleh KAN dalam ISO/IEC 17025:2017, kecuali laboratorium mineralogi tanah. ISO/IEC 17025 merupakan standar persyaratan kompetensi untuk laboratorium pengujian. Persyaratan-persyaratan yang diminta bersifat umum untuk berbagai jenis dan ukuran organisasi yang melakukan pengujian dan/ atau kalibrasi. Komite Akreditasi Nasional (KAN) menetapkan dan memberlakukan ISO/IEC 17025:2017 sebagai persyaratan akreditasi laboratorium oleh KAN.

Sebagai dampak dari merebaknya pandemi Covid-19, pelaksanaan assessment ISO/IEC 17025:2017 laboratorium Balai Penelitian Tanah mengalami kendala kedatangan assessor. Oleh karenanya KAN memberikan kebijakan dilaksanakannya assessment secara virtual atau remote assessment.

Proses Remote assessment dimulai dengan trial penilaian secara virtual dari assessor dan tim ISO/IEC 17025:2017 Balai Penelitian Tanah pada 23 September 2020. Selanjutnya pengiriman dokumen-dokumen ISO/IEC 17025:2017 atas permintaan assessor. Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ladiyani Retno Widowati selaku Manajer Puncak memiliki komitmen yang sangat tinggi atas pelaksanaan assessment ISO/IEC 17025:2017. Beliau mengatakan bahwa ISO/IEC 17025:2017 merupakan jaminan mutu dari hasil pengujian di laboratorium Balai Penelitian Tanah, oleh karenanya sangat penting untuk mendapatkan dan mempertahankan akreditasi ini.

Remote assessment dilaksanakan pada 25 September 2020 melalui media virtual. Tim ISO/IEC 17025 : 2017 Balai Penelitian Tanah dipimpin oleh Kepala Balai selaku Manajer Puncak dan didukung oleh semua tim yaitu Manajer Mutu, Manajer Administrasi, Manajer Teknis dari ketiga laboratorium, penyelia, serta tim administrasi. Tim assessor dipimpin oleh Ibu Salmeiningsih, Asesor Kepala yang menangani  Aspek manajemen dan  aspek teknis  pengujian  Air Irigasi. Dibantu oleh dua assessor lain yaitu Rudy Nurachmat (RN) yang meng-asses Aspek Teknis pengujian  kimia/fisika  Tanah, pupuk dan asam Humat. Kemudian Deden Rosyid (DR) selaku Asesor Aspek Teknis pengujian mikrobiologi.

Seharian pelaksanaan assessment, dan masih ada temuan oleh assessor baik temuan 2, ataupun observasi. Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Temuan-temuan assessor merupakan koreksi terhadap pelaksanaan manajemen ISO/IEC 17025 : 2017 Balai Penelitian Tanah untuk bisa menjadi lebih baik dalam menjaga mutu pengujian. Semangat juang tim ISO/IEC 17025:2017 Balai Penelitian Tanah terlihat saat pelaksanaan assessment, kekompakan dan keceriaan terpancar dari raut wajah-wajah mereka.

Dr. Ladiyani Retno Widowati selakum Manajer Puncak, Dr. Linca Anggria selaku Manajer Mutu, Heri Wibowo, ST., M.Sc selaku Manajer Administrasi, Lenita Herawati, M.Si selaku Manajer Teknis Laboratorium Kimia Tanah, Dr. Erny Yuniarti selaku Manajer Teknis Laboratorium Biologi Tanah, Ratri Ariani, SP selaku Manajer Teknis Laboratorium Fisika Tanah, dan seluruh penyelia Terimakasih atas persiapan dan pelaksanaan assessment. Menjaga mutu hasil pengujian laboratorium, menjaga keberhasilan pertanian, menjaga kedaulatan pangan dan pertanian, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. (HW, M.Is).

 

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933