1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Indramayu Intensifkan Gerakan Tanam Padi Gogo

Indramayu dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang beras tertinggi di Indonesia, memiliki luas baku sawah tertinggi.  Indramayu memang mempunyai letak geografis yang strategis, lokasinya yang mudah diakses menjadi salah satu alasan sebagai daerah pemasok beras tertinggi disamping luas lahan yang dimiliki. Letaknya tepat di jalur pantai utara yang menjadi akses langsung distribusi beras di Pulau Jawa terutama ke pasar induk Cipinang Jakarta.  Posisi Indramayu yg strategis ini akan memberikan kemudahan bagi distributor beras dengan biaya tranportasi yang relatif murah.

Menurut Akmad Yani, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kab. Indramayu, tercatat pada tahun 2017 Indramayu memiliki luas baku lahan sawah sekitar 116.000 Ha. Walaupun target Luas Tambah Tanam (LTT) UPSUS Pajale pada periode Oktober 2017 - Maret 2018 ditetapkan sekitar 120.000 Ha, tetapi nyatanya pada periode tersebut LTT Indramayu bisa melampaui LTT seluas 140.000 Ha.   Selisih LTT yang cukup signifikan ini ternyata berasal dari pertanaman padi gogo di lahan sawah tadah hujan, diantaranya berasal dari luas padi gogo di Kecamatan Cikedung, Lelea dan Terisi.  Harto Saputro (Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Cikedung) menyampaikan bahwa pada saat rendeng atau musim penghujan, sawah tadah hujan yang dapat ditanami di Kecamatan Cikedung sekitar 7.669 Ha, sedangkan pada musim kemarau berkurang menjadi 4.778 Ha.  

Untuk mempertahankan bahkan memperluas LTT padi di Indramayu, pada tanggal 17 April 2018 dilakukan Gerakan Tanam (Gertam) Padi Gogo di Desa Amis, Kecamatan Cikedung yang diprakarsai oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Indramayu, Kodim 0616 Indramayu dan Balai Penelitian Tanah selaku LO UPSUS Pajale Indramayu.  Sawah di Kecamatan Cikedung didominasi oleh sawah tadah hujan, belum sepenuhnya teraliri irigasi teknis, terletak di ketinggian sekitar 25 - 100 m dari permukaan laut, memiliki tingkat curah hujan tertinggi tahunan sebesar 1.700 mm dan hari hujan terbanyak yakni 94 hari/tahun.

Acara Gertam selain dihadiri oleh Muspika Cikedung (Camat, Danramil dan Kapolsek) juga dihadiri oleh Petugas Penyuluh Lapang, Petugas OPT, Babinsa serta para petani dari Kelompok Tani Sanggar Teratai.  Bibit padi ditanam menggunakan Jarwo Transplanter, dengan sistem Jajar Legowo 2:1 dan jarak tanam 20 x 15 x 40 cm.  Varietas padi yang ditanam adalah Ciherang, karena ketersediaan varietas padi gogo Inpago 3 dan Inpago 5 yang sangat bagus pertumbuhannya di lahan sawah tadah hujan sulit diperoleh di kios.

Pada acara diskusi, H. Akhmad selaku Camat Cikedung, menyambut baik kegiatan Gertam Padi Gogo di wilayahnya.  Diharapkan terjadi peningkatan provitas yang semula rata-rata 7 ton/Ha menjadi 9 ton/Ha.   Akhmad mengeluhkan ketersediaan air yang merupakan masalah utama di Cikedung.  "Untungnya ada Embung Sumur Dalem yang terletak di Desa Amis, sehingga sawah tadah hujan bisa terbantu" .  Rupanya selama ini warga Desa Amis mengandalkan sumur pantek atau memompa air dari Embung Sumur Dalem, sehingga mampu menanam padi tadah hujan sebanyak dua kali setahun.  Beberapa petani menyampaikan harapannya untuk mendapat bantuan berupa pompa air atau pipanisasi air dari embung terdekat yang berjarak 2 km dari lahan petani, atau menambah jumlah embung dan long storage agar sawah dapat teraliri air lebih banyak lagi terutama di saat musim kemarau.  Bila kebutuhan air terpenuhi maka tidak mustahil target provitas padi 9 ton/Ha akan terwujud. (Etty Pratiwi dan Ibrahim Adamy Sipahutar).

Pustakawan Balittanah mengikuti Temu Teknis Pengelola Perpustakaan lingkup Kementan

Sebagai salah satu langkah meningkatkan kompetensi pustakawan dan kinerja pengelolaan perpustakaan di lingkup Kementerian Pertanian. PUSTAKA setiap tahun  menyelengarakan kegiatan temu teknis yang dikikuti oelh pejabat fungsional pustakawan/petugas pengelola perpustakaam lingkup kementerian pertanian, kegiatan temu tekins ini bertujuan untuk meningkatkan pustakawan dan pengelola perpustakaan dalam bidang mendukung pembangunan pertanian. Adapun tempat waktu pelaksanaan mulai tanggal 10-13 April 2018 bertempat di hotel Sahid Batan Centre, Kepulauan Kepri, dengan jumlah peserta sebanyak 101 orang ditambah panitia 10 orang. Hasil rumusan dari kegiatan temu teknis tahun ini terdiri dari :

  1. Dalam rangka meningkatkan peran pustakawan dalam pengembangan inovasi pertanian di Kementerian Pertanian, PUSTAKA berupaya terus menurus meningkatkan kompetensi pustakawan dalam melaksanakan pengelolaan perpustakaan dan penyebaran informasi teknologi pertanian.
  2. Untuk mengembangkan perpustakaan di setiap instansi diperlukan pelaksanaan analisis kebutuhan pengguna secara berkala untuk meningkatkan kualitas layanan informasi ke berbagai kelompok pengguna sasaran, mengembangkan berbagai produk kemasan dan layanan informasi untuk kelompok pengguna sasaran, mengembangkan sistem pengelolaan perpustakaan yang terintegrasi (Integrated Library Management System) yang meliputi Repositori,  SIMPERTAN dan  iTani, menyelenggarakan workshop, knowledge sharing dan bimbingan teknis peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan dan melaksanakan promosi perpustakaan.
  3. Ketiga aplikasi perpustakaan tersebut perlu selalu dievaluasi secara berkelanjutan yang meliputi ketersediaan fitur, perkembangan konten dan pemanfataannya oleh pemustaka  sehingga dapat mengikuti perubahan tuntutan pengguna setiap saat,.
  4. Pengelolaan database koleksi perpustakaan di BPPSDMP, Ditjen Peternakan dan Kesehatan hewan, Badan Karantina Pertanian yang selama ini menggunakan aplikasi SLIMs perlu diperhatikan oleh PUSTAKA untuk dapat diakomodir dan diintegrasikan dengan SIMPERTAN dan Repositori.
  5. Dalam selalu melakukan penyusunan rencana kerja perpustakaan, baik yang tersedia anggarannya ataupun tidak. Format yang dapat digunakan untuk penyusunan rencana kerja dapat mengacu melaksanakan kegiatan pengelolaan perpustakaan di setiap instansi, pustakawan perlu kepada format yg dikeluarkan instansi induknya masing-masing atau Perka Perpusnas No. 11 Tahun 2015 dalam pengelolaan perpustakaan.
  6. Dalam mengikuti perkembangan jabatan fungsional pustakawan yang sedang berubah, pustakawan dituntut untuk dapat mengikuti segala kebijakan yang berubah dan tetap selalu berupaya meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat tetap berperan dalam menunjang tugas pokok lembaga induknya dan tugas pokok seorang pejabat fungsional.
  7. Walaupun terjadi pembatasan angka kredit karya tulis, pustakawan tetap harus berusaha menambah kemampuan di bidang ini dalam rangka pengembangan profesi, knowledge sharing dan melaksanakan fungsi sebagai pelaksana tugas instansi. (Ijang Isyapudin, 16/04/2018).

Workshop Proximal Soil Sensors

Bertempat di BBSDLP tanggal 10 April 2018 telah dilaksanakan Workshop Proximal Soil Sensors yang dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS) dengan narasumber Dr Edward Jones, The University of Sydney.

Workshop ini adalah tindak lanjut kerjasama penelitian antara Balitbangtan dengan The University of Sydney dengan output akan menghasilkan sebuah prototype digital soil tester menggunakan sensor.

Perangkat uji tanah cepat digital sangat dibutuhkan saat ini dan menjadi tantangan Balitbangtan untuk mewujudkannya. Kalau selama ini analisis tanah di laboratorium membutuhkan biaya bahan kimia yg dapat berbahaya juga untuk kesehatan dan lingkungan maka terobosan digital soil tester tanpa bahan kimia menjadi solusi terbaik. Selain dapat menghemat biaya analisis, pengukuran sangat cepat dan dapat dilakukan berulang ulang dengan ketetapan tinggi.  Teknologi canggih yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah digital soil tester adalah menggunakan sensor Near Infrared. Hasil penelitian The University of Sydney menunjukkan bahwa penggunaan Proximal Sensor dengan gelombang elektromagnetik Visible Near Infra-Red Spectroscopy (VisNIR) dengan panjang gelombang 500-2500 nanometer   memiliki korelasi sangat baik dengan parameter sifat tanah pH, KTK, Kandungan bahan organik, total kandungan N, P dan K dan tekstur tanah. Sehingga dengan terobosan teknologi smart sensor ini analisis tanah dapat dilakukan ex situ di lapangan maupun di laboratorium.

Sifat kimia tanah tidak mudah dideteksi sebagaimana parameter sifat air yg dapat dilakukan dengan pendekatan sifat elektrolit, namun sifat kimia tanah memiliki banyak faktor yg mengganggu pembacaan sebuat alat. Selain itu yang dibutuhkan dari analisis tanah adalah kandungan hara/element tersedia yang merupakan representasi unsur hara yang dapat di uptake tanaman. Dengan demikian belum ada alat yang mampu mendeteksi unsur hara dalam tanah sebagaimana hasil ekstraksi tanah tersebut. Sehingga analisis tanah menggunakan berbagai metoda ekstraksi yang kompleks. Namun seelah ditemukam sensor cerdas seperti Vis NIR yang memiliki ketepatan sama dengan hasil analisis laboratorium maka ini menjadi solusi untuk memberikan rekomendasi pupuk yang tepat dna cepat serta akan sangat berguna untuk mempercepat updating data peta tanah dan berbagai kebutuhan informasi terkait tanah dan lahan.

Prototype proximal soil sensor ini akan segera di release bulan Mei 2018 dan saat ini dalam tahap kalibrasi dengan bervariasinya jenis tanah di Indonesia.

Nantikan kehadiran Digital Soil Tester dengan Smart Sensor ditengah2 kita semua demi kejayaan pertanian Indonesia. (Husnain, Balittanah. 11/04/2018).

Bakteri Pengendali Cekaman Salinitas untuk Padi Sawah di Wilayah Pesisir Siap Diproduksi

Kabar gembira bagi petani padi di wilayah pesisir pantai karena dalam waktu dekat Badan Litbang Pertanian akan memproduksi bakteri pengendali cekaman salinitas (kadar garam tinggi) untuk padi sawah di wilayah pesisir yang selama ini produksi padinya rendah (tidak optimal). Gangguan pertumbuhan tanaman padi yang berlanjut pada penurunan produksi akibat salinitas tinggi telah banyak dilaporkan. Beberapa ahli seperti yang dirilis oleh Majalah Science memaparkan bahwa tiap peningkatan 1 unit nilai kadar garam yang diukur dengan nilai daya hantar listrik (DHL) di atas 3,0 deci-Siemens/meter (dS m−1) akan menurunkan produksi padi sebesar 12%. Hasil studi lain juga menyimpulkan bahwa tiap peningkatan satu unit nilai DHL air genangan di atas 2 dS m−1 akan menurunkan hasil padi sampai 1 ton per hektar. Hasil ini menggambarkan betapa buruknya pengaruh kadar garam di lahan sawah dan mendesak perlunya upaya penanggulangan yang tepat dan segera mengingat terus meluasnya areal sawah di wilayah pesisir tercekam salinitas akibat perubahan iklim.

Bakteri pengendali cekaman salinitas atau cekaman kadar garam tinggi ini diisolasi dan diteliti secara intensif oleh Balai Penelitian Tanah, Bogor. Bakteri ini berasal dari tanah perakaran (rhizosfer) sawah di kawasan pesisir pantai Desa Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kemampuan bakteri ini mengendalikan cekaman salinitas terletak pada kemampuannya menghasilkan senyawa eksopolisakharida untuk menurunkan penyerapan Natrium oleh akar tanaman padi (natrium dari air laut) dan kemampuan menghasilkan enzim khusus untuk mengurangi tingkat stres tanaman akibat tingginya kadar gram. Selain itu, beberapa bakteri ini juga mampu menambat nitrogen dari udara dan melarutkan hara fosfat yang terikat pada tanah.

Dari 292 isolat bakteri yang diisolasi, sebanyak 26 isolat secara nyata mampu menekan gangguan kadar garam yang tinggi pada bibit padi yang ditanam pada media dengan tingkat DHL 3 dS m-1. Sebanyak 8 dari 26 isolat tersebut secara nyata mampu mengendalikan cekaman kadar garam tinggi yang lebih tinggi lagi yaitu pada media dengan tingkat DHL 6 dS m-1. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Tanah dan Iklim No. 35/2012: 1 – 11.

Bakteri ini siap dikembangkan menjadi pupuk hayati majemuk (mengandung lebih dari satu jenis bakteri) sebagai pengendali cekaman salinitas untuk meningkatkan produksi padi di kawasan pesisir pantai yang selama ini produksinya terkendala oleh kadar garam tinggi (salin). Dalam waktu dekat formulasi bakteri menjadi pupuk hayati dalam skala pilot, uji multilokasi, dan produksi akan dilakukan secara simultan (berbarengan). (Edi Husen).

 

 

Peningkatan Kompetensi Jaminan Mutu Analisis Tanah dan Pupuk

Dalam rangka meningkatkan kompetensi personil laboratorium kimia tanah, BBSDLP, Balitbangtan mengadakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Jaminan Mutu Analisis Tanah dan Pupuk. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 8 sampai dengan 15 April 2018 yang dihadiri oleh 39 peserta yang terdiri dari para analisis/staf laboratorium lingkup Balitbangtan, Perguruan Tinggi, LRPN, dan swasta. Pada acara ini juga dilakukan praktek di Laboratorium Kimia Tanah, Balai Penelitian Tanah pada tanggal 10-13 April 2018.  

Pada acara pembukaan Kepala BBSDLP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr memberikan laporan dan sambutannya antara menjelaskan mengenai tujuan dari kegiatan ini : (1) untuk meningkatan kompetensi , kapabilitas, kemampuan para analis, para pekerja laboratorium, dalam menganalisis tanah maupun pupuk; (2) Untuk meningkatkan jaminan mutu. Ouput dari laboratorium itu adalah data yang harus terjamin mutunya, artinya hasilnya harus betul-betul akurat, tepat, dan cepat.

Selanjutnya Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S. memberikan arahan dan membuka kegiatan pelatihan ini secara resmi. Dalam arahannya, Kepala Balitbangtan menyatakan kegiatan pelatihan ini sangat penting karena sejak beberapa tahun lalu  Menteri Pertanian (Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP) sudah mencanangkan bahwa Indonesia memasuki era pertanian modern, sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan kedaulatan pangan. “Salah satu karakteristik moderenisasi pertanian yaitu hampir semua tahapan dalam program di sektor pertanian harus berbasis inovasi teknologi.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan hasil inovasi teknologi yang memiliki presisi tinggi, oleh karena itu diperlukan SDM yang tangguh di dalam analisis laboratorium.”, ungkapnya.

Kepala Balitbangtan antara lain juga menjelaskan “Badan Litbang Pertanian bukan satu-satunya yang bertanggung jawab menghasilkan inovasi teknologi, tetapi Badan Litbang harus berkolaborasi dengan semua lembaga riset, perguruan tinggi, kementerian lain bersama-sama untuk menghasilkan inovasi teknologi yang bisa digunakan di dalam pembangunan pertanian Indonesia”.  (Moch. Iskandar 10/04/2018).

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933