Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Pemanfaatan mikroba baik bakteri, cendawan, maupun jenis yang lainnya dalam bentuk pupuk hayati untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan semakin menarik minat masyarakat untuk meneliti dan mengaplikasikannya secara luas. Terkait penyebaran informasi pupuk hayati yang telah diteliti dan hasilkan oleh Balai Peneleitian Tanah, BBSDLP, Badan Litbang Pertanian,  maka pada hari Kamis, 04 Juni 2020, BBSDLP menyelenggarakan Webinar Pupuk Hayati dengan menghadirkan narasumber para peneliti di bidang pupuk hayati dari Balai Penelitian Tanah untuk memaparkan topik pupuk hayati berbasarkan penggunaan di berbagai agroekosistem.

Acara webinar yang dibuka secara langsung oleh Kepala BBSDLP Dr. Husnain ini diikuti oleh oleh 1.000 peserta dari berbagai latar profesi seperti peneliti, akademisi, praktisi pertanian, petani dan termasuk mahasiswa, melalui link Zoom yang disediakan Panitia maupun live streaming via Youtube. Dalam sambutannya, Husnain menyampaikan bahwa pengembangan mikroorganisme yang bermanfaat akan menunjang pengembangan pertanian yang sehat dan BBSDLP melalui Balai Penelitian Tanah telah menghasilkan produk-produk pupuk hayati yang telah dimanfaatkan masyarakat. Webinar tersebut dipandu oleh Dr. Asmarhansyah selaku Kabid. KSPHP di BBSDLP dengan narasumber Dr. Edi Husen, Dr. Surono, dan Dr. Etty Pratiwi yang merupakan peneliti dari Kelompok Peneliti Biologi dan Kesehatan Tanah, Balai Penelitian Tanah.

Dalam pemaparannya, Dr. Edi Husen menyampaikan tentang Pupuk Hayati untuk Tanah Salin. Edi menyampaikan bahwa teknologi formulasi pupuk hayati yang dikembangkan saat ini fokus pada tantangan masa depan yang semakin berat, yaitu fenomena semakin meluasnya lahan pertanian berkadar garam atau salinitas tinggi ataupun kekeringan akibat perubahan iklim yang memerlukan inovasi baru dalam formulasi pupuk hayati untuk membantu tanaman bertahan dalam kondisi cekaman  lingkungan tersebut serta sekaligus mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK. Keunggulan pupuk hayati selain efisiensi penggunaan pupuk anorganik juga berperan dalam mengoptimalkan produksi pangan karena mikroba (agen hayati) dalam pupuk hayati yang saat ini dikembangkan mampu membantu tanaman dalam menghadapi berbagai macam stres atau cekaman akibat faktor lingkungan seperti salinitas, kekeringan, dan genangan,  serta untuk menghadapi cekaman akibat gangguan hama dan penyakit. Salah satu produk pupuk hayati untuk lahan salin yang telah dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanah adalah Biosalin yang telah diuji di lapangan dan dalam proses lisensi oleh PT. Pupuk Kaltim.

Narasumber kedua yaitu Dr Surono, mengankat tema tentang riset yang dilakukannya yaitu pupuk hayati berbasis cendawan dark septate endophytes (DSE) dalam menunjang produktivitas tanaman di lahan kering. Balai Penelitian Tanah telah memiliki koleksi berbagai macam spesies DSE yang berasal dari berbagai macam agroekosistem seperti lahan kering, lahan sawah, dan lahan rawa. Dalam webinar tersebut, Surono memaparkan tentang potensi DSE untuk meningkatkan produktivitas tanaman pertanian di lahan kering, terutama lahan kering masam yang mendominasi lahan kering di Indonesia karena kemampuannya untuk bisa beradaptasi dengan kondisi keasaman tanah yang tinggi (< pH 5.5), Fe dan Al tinggi, mampu melarutkan P dari bentuk Fe-P dan Al-P, serta melalui aktivitas simbiotiknya mampu memacu pertumbuhan tanaman di kondisi cekaman abiotic tersebut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait keberhasilan penggunaan pupuk hayati lahan kering antara lain seleksi bahan aktif yaitu mikroba harus ketat berhasil hasil uji laboratorium, rumah kaca, dan lapangan. Di samping itu,  mikroba yang digunakan sebagai bahan aktif pupuk hayati adalah mikroba yang mampu meningkatkan adaptasi tanaman terhadap kondisi cekaman abiotik  seperti cendawan DSE dan mikoriza. “Teknik inokulasi/penggunaannnya yang tepat dan kualitas pupuk hayati yang terkontrol juga menjadi syarat yang penting untuk keberhasilan penggunaan pupuk hayati lahan kering’’ ujar Surono.

Pada materi terakhir, webinar ini mengangkat tema Pupuk Hayati untuk Tanah Sawah yang disampaikan oleh peneliti Balai Penelitian Tanah Dr. Etty Pratiwi. Pada kesempatan ini Etty memaparkan dengan jelas hasil penelitian isolasi dan uji lapang sianobakteri dan bakteri pereduksi emisi metana di lahan sawah yang belum banyak diteliti, padahal kedua jenis bakteri ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati. Salah satu pupuk hayati yang telah tersebar luas penggunaanya untuk meningkatkan produktivitas padi sawah adalah Agrimeth. “Untuk memperoleh pupuk hayati yang teruji diperlukan tahapan yang panjang yaitu diantaranya eksplorasi sampai diperoleh pupuk hayati yang siap diproduksi massal dan dilisensi’ ungkap Etty.

Tantangan ke depan dalam pengembangan pupuk hayati untuk lahan salin, lahan kering dan lahan sawah juga terkait seberapa mudah untuk diterima dan diaplikasikan oleh pengguna akhir khususnya petani terkait manfaat pupuk hayati  serta keterjangkauan harga pupuk hayati tersebut. Untuk menjawab hal tersebut para Balai Penelitian Tanah akan terus berkarya dan siap berkolaborasi dengan semua pihak yang terkait  untuk pengembangan pupuk hayati untuk menunjang pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern secara berkelanjutan (DA, SR, AFS).

 

Berkumpul mengeluarkan ide-ide fantastis dengan tetap menjaga jarak sesuai dengan protokol COVID-19, itulah kegiatan Tim Medsos Balittanah hari ini 2 Juni 2020 di RR2 Balittanah. Para milenials Balittanah yang tergabung dalam Tim Medsos 2020 mengadakan rakor pertamanya pada kondisi pandemik ini.

Generasi melenial medsos Balittanah merupakan generasi yang akan menyebarluaskan informasi teknologi Balittanah. "Di pundak Tim Medsos ini, Insya Allah informasi tersebut akan disebarluaskan" ujar Heri Wibowo, ST, M.Sc, Kasi Jaslit Balittanah dalam sambutannya

Dengan semangat yang luar biasa yang akan dilakukan oleh Tim Medsos yang belajar dari situasi COVID-19: Informasi harus tersampaikan kepada user karena keterbukaan informasi yaitu dengan melalui Medsos, ujar Ka Balittanah Dr. Ladiyani Retno Widowati dalam sambutan pengarahannya pada acara Rakor Tim Medsos Balittanah.

Pada rakor ini juga KaBalittanah menyampaikan bahwa sekecil apapun informasi yang baik jika dikemas dan diramu dengan baik akan menarik dan tersampaikan kepada seluruh pihak terkait. "Terlebih masyarakat berhak tahu tentang apa saja yang telah dikerjakan oleh Balittanah" ungkap Ladiyani.

Dengan penuh semangat menyongsong new normal, maka kami Tim Medsos Balittanah 2020 siap menghatarkan semua informasi inovasi teknologi dari Balittanah. (M.Is, AFS).

Senin, 4 Mei 2020.  Seperti biasa setiap hari senin jam 13.00 - 15.00 dilaksanakan Rakor Seninan Balittanah.  Kegiatan ini menggunakan media Video Conference (Vicon).  Vicon ini dipimpin oleh Ibu Kabalittanah Dr. Ladiyani Retno Widowati diikuti oleh 52 peserta.

Dalam vicon ini, Ka Balittanah mengurutkan pejabat struktural, Ketua Kelti, PPK, dan PJ Kegiatan untuk melaporkan kegiatannya.

Plt Kasubbag TU, Heri Wibowo, MSc. Melaporkan antara lain mengenai pengisian SKP, pengumpulan iuran Solidaritas KORPRI Balittanah untuk Peduli Covid-19. Selanjutnya Kasie Yantek, Ibrahim Adamy, MSc. antara lain melaporkan telah selesainya Revisi POK, Redisi DIPA 2020, Serapan Dana Balittanah, Proposal , dan juga melaporkan matrix distribusi SDM. Adapun Kasie Jaslit, Dr. Asmarhansyah melaporkan antara lain SKP yang berada di bawah Jaslit, juga melaporkan PNBP dan melaporkan kegiatan kerjasama dengan ACIAR.

Para ketua Kelti melaporkan kegiatannya. Ketua Kelti KKT, Dr. Wayan Swastika melaporkan antara lain keadaan SDM dan kegiatan penelitian. Begitupun Ketua Kelti FKTA, Dr. Maswar melaporkan antara lain mengenai perkembangan judul-judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang telah diselesaikan serta melaporkan juga kegiatan penelitian. Ketua Kelti BKT, Dr Surono juga melaporkan mengenai  perkembangan judul-judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang telah diselesaikan. Juga PPK Heri Supiono, SE melaporkan serapan dana.

Selanjutnya Penanggungjawab Laboratorium dan Penanggungjawab kerjasama penelitian, Penanggungjawab KP Taman Bogo serta Penanggungjawab Medsos juga melaporkan kegiatannya.

Vicon ini diakhiri dengan diskusi yang begitu baik dan hangat yang mendiskusikan beberapa hal yang terkait dengan bahasan diatas. (M.Is, 4/05/20).

Pagi ini , Jum’at 29 Mei 2020, bertempat di Agriculture War Room (AWR) dipimpin oleh Ka BBSDLP Dr. Husnain yang bertindak mewakili Ka Balitbangtan dilaksanakan lepas sambut jabatan administrator dan pengawas di lingkup BBSDLP.

Ir. Hendri Sosiawan, CESA sebagai Ka Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) periode sebelumnya telah membawa Balittra menjadi lembaga yang dikenal dunia. Banyak warna telah ditorehkan beliau dalam pengabdiannya di Balittra. Saat ini Ir. Hendri Sosiawan, CESA kembali ke fungsional sebagai peneliti di Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat). Estafet kepemimpinan di Balittra dilanjutkan oleh Dr. Yiyi Sulaeman. Warna baru akan membawa Balittra dan BBSDLP lebih dikenal di dunia di bawah Dr. Yiyi Sulaeman.

Lepas sambut selanjutnya adalah Kabid Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Pertanian BBSDLP yang semula dijabat oleh Dr. Yiyi Sulaeman  sekarang dijabat oleh Dr. Asmarhansyah.  

Dari Balai Penelitian Tanah serah terima jabatan Kepala Seksi Jaslit dari Dr. Asmarhansyah kepada Heri Wibowo, ST, MSc dan serah terima jabatan Plt Kasubbag TU Balittanah dari Ibrahim Adamy, SP, MSc kepada Elsanti, S.Si sebagai Kasubbag TU definitif.

Acara ini dihadiri oleh Ka Balittanah dan Ka Balitklimat beserta pejabat strukturalnya, juga diikuti oleh staf peneliti Balitra melalui video conference (vicon). (M.Is, HW).

 

Rabu Sore 15 April 2020 dari jam 15.00-16.00, bertempat di RR 1 Balittanah, Ka Balittanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati sebagai Host telah melaksanakan Vicon dengan beberapa peneliti Tim Pupuk.

Vicon ini merupakan Rapat Rekomendasi Pemupukan PAJALE. (M.Is).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933