Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Bertempat di Lor In Hotel, Sentul Bogor tanggal 13 – 15 Maret 2019 telah dilaksanakan Workshop Pusat Unggulan Inovasi (PUI) lingkup Balitbangtan dengan  tema “Harmonisasi dan Penguatan Kinerja Balitbangtan Melalui Pusat Unggulan Iptek dalam Percepatan Invensi Menuju Inovasi”.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Ibu Kepala BB Litvet didampingi Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) dan perwakilan dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, diikuti lebih dari 80 orang yang terdiri atas: perwakilan dari UK/UPT PUI/calon PUI (Kepala Balai, Kabid KSPHP, Kasie Kerjasama dan peneliti penanggungjawab PUI) lingkup Balitbangtan Kementan, Perwakilan mitra pelisensi teknologi Balitbangtan, Tim Pokja Alih Teknologi Balitbangtan, serta Tim BPATP dan SMARTD.

Beberapa hasil penting workshop adalah sebagai berikut:

  1. Dengan semangat “Innovation For All” yang telah digaungkan oleh Kemenristekdikti pada raker awal tahun 2019, Balitbangtan bertekad bahwa suatu inovasi yang dihasilkan oleh lembaga Litbang harus dirasakan manfaatnya oleh semua pihak, terutama masyarakat, serta berujung pada peningkatan daya saing bangsa. Oleh karena itu, untuk meningkatkan daya saing bangsa tersebut, maka hilirisasi hasil riset dan inovasi Balitbangtan juga harus ke pasar dan industri di luar negeri, tidak hanya dilakukan dalam negeri saja. Dengan demikian melalui PUI diharapkan kinerja Balitbangtan dalam menciptakan invensi dan menghilirkannya semakin baik.
  2. Workshop telah menghasilkan persepsi yang sama terkait dengan posisi PUI lingkup Balitbangtan, jaringannya dengan PUI lintas Kementerian dan Lembaga serta strategi pengawalannya untuk penyusunan strategi "harmonisasi sinergi maupun interaksi meso" lintas stakeholders untuk meningkatkan kinerja PUI dalam percepatan invensi menuju inovasi mendukung program strategis Kementan. Balitbangtan perlu memfasilitasi interaksi meso antar PUI Balitbangtan.
  3. Sampai tahun 2019, 15 UK/UPT Balitbangtan telah berstatus PUI maupun binaan Kemenristekdikti untuk menuju PUI. Tidak mudah untuk mendapatkan pengakuan sebagai pusat unggulan iptek nasional. Ke-15 PUI tersebut adalah: 1) PUI Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi); 2) PUI Tanaman Padi (BB Padi); 3) PUI Pascapanen Pertanian (BB Litbang Pascapanen); 4) PUI Veteriner (BB Litvet); 5) PUI Kelapa (Balitpalma); 6) PUI Tanaman Rempah dan Obat (Balitro); 7) PUI Bioteknologi Pertanian (BB Biogen); 8) PUI Tanaman Sayuran (Balitsa); 9) PUI Tanaman Serat (Balittas); 10) PUI Tanaman Jeruk (Balitjestro); 11) PUI Tanaman Serealia (Balitserealia); 12) PUI Pemuliaan Tanaman Hias (Balithi); 13) PUI Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika); 14) PUI Pengelolaan Tanah Presisi (Balittanah); dan 15) PUI Bioindustri Tanaman Perkebunan (Balitri).
  4. Berbasis pada arahan Kemenristekdikti, Direktur PNBP, dan Kemenkeu maka terkait dengan status dana PUI ke masing-masing Satker PUI masih belum memperoleh kejelasan status. Pernyataan Direktur PNBP bahwa dana insentif PUI bukan PNBP. Oleh Karena itu, selanjutnya telah disepakati usai workshop direncanakan ada pertemuan dengan Ditjen Perbendaharaan, Kemenristekdikti, Biro Keuangan dan Perlengkapan Kementan, serta Irjen selambatnya akhir Bulan Maret 2019 yang difasilitasi oleh Balitbangtan.
  5. Salah satu indikator kinerja PUI adalah Karya Tulis Ilmiah yang diterbitkan pada Jurnal Internasional. Dengan demikian, Tim PUI mengusulkan tersedianya bantuan pendanaan pendampingan penerbitan KTI internasional yang dapat difasilitasi Balitbangtan.
  6. Lima mitra pelisensi teknologi Balitbangtan (PT Sumber Unggas Indonesia, PT Petrokimia Gresik, PT Papandayan Group, PT Bhirawa, PT Tektonindo) yang menjadi wakil dari mitra pelisensi teknologi Balitbangtan dalam kesempatan workshop telah menyampaikan terstimoninya selama melisensi teknologi Balitbangtan. Namun demikian, Balitbangtan juga mendapatkan masukan terkait dengan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan lisensi termasuk invensi baru yang dibutuhkan mitra berbasis pasar (diantaranya terkait ijin edar, ketidakseragaman benih sumber, maupun kualitas yang belum sesuai dengan harapan konsumen).
  7. Melalui workshop ini, beberapa satker yang memiliki potensi PUI namun belum berstatus PUI yang diusulkan untuk segera mendaftarkan PUI yaitu BBSDLP (PUI geospasial sumberdaya lahan), Balittra (PUI Pertanian lahan rawa), Balingtan (PUI pertanian ramah lingkungan), Balitklimat (PUI klimatologi dan hidrologi pertanian), BBP Mektan (PUI mekanisasi pertanian), Lolit Tungro (PUI padi tahan tungro), Lolit Sapo (PUI Sapi potong), Lolit Kambing (PUI Kambing), dan Balitnak (PUI Unggas dan Domba).
  8. Balitbangtan perlu memberikan perhatian khusus terhadap PUI yang fokus unggulannya berbeda dengan penetapan komoditas prioritas oleh Balitbangtan maupun Kementan.
  9. Hasil workshop berupa rencana tindaklanjut peningkatan kinerja PUI hasil FGD yang diasistensi oleh Tim Pokja Alih Teknologi Balitbangtan untuk “Harmonisasi Peningkatan Kinerja PUI untuk Percepatan Invensi menuju Inovasi mendukung Program Strategis Kementan” yang melibatkan 33 BPTP dan PUI Daerah seluruh Indonesia dalam percepatan promosi, diseminasi, dan penerapan teknologi pertanian di tingkat pengguna akhir sebagaimana terlampir.

Kepala Balai Penelitian Tanah (Dr. Hunanin, MP., M.Sc), mewakili national focal point Indonesia dalam Global Soil Partnership (GSP) menghadiri pertemuan Asian Soil Partnership (ASP) di National Agricultural Science Centre Complex, New Delhi, India.  

Pertemuan ini berlangsung sejak 26 Februari-1 Maret 2019, dengan India sebagai tuan rumah. ASP ini merupakan  pertemuan kelima, bertujuan untuk melihat kembali aksi nyata dan komitmen negara-negara ASP dalam melaksanakan pengelolaan tanah lestari untuk mendukung ketahanan pangan, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dan capaian pembangunan berkelanjutan (sustainable development goal). Pertemuan tersebut juga membahas kembali tentang Center of Excellence on Soil Research in Asia (CESRA) yang diluncurkan pada hari tanah sedunia 2018 di Thailand.

CESRA beranggotakan negara-negara Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Mongolia), Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Timor Leste, Singapura), Asia Selatan (India, Nepal, Pakistan, Srilangka, Maladewa, Bangladesh, Bhutan, Afganistan) dan akan bekerja sesuai dengan frame dari GSP dan ASP.

CESRA diharapkan akan mengisi kesenjangan antar negara-negara anggota dalam konteks penelitian dan pengembangan, peningkatan kapasitas (sumber daya manusia dan infrastuktur), sistem informasi tanah. Di masa yang akan datang, hasil penelitian CESRA akan menjadi dasar bagi para pengambil kebijakan di setiap negara anggota, sehingga kebijakan publik akan berbasis ilmu pengetahuan.  (JH, AS, M.Is, HSN)

Sumber:personal fb Husnain Indra dan

http://www.fao.org/global-soil-partnership/resources/events/detail/en/c/1171190/

Penggunaan pupuk anorganik yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade secara intensif dan berlebihan telah menyebabkan degradasi mutu lahan karena terjadinya kerusakan struktur tanah, soil sickness (tanah sakit) dan soil fatigue (kelelahan tanah) serta inefisiensi penggunaan pupuk anorganik. Balai Penelitian Tanah sebagai Pusat Unggulan Iptek Pengelolaan Tanah Presisi telah berhasil menemukan sejumlah inovasi teknologi atau paten di bidang pupuk dan perangkat uji tanah yang telah dilisensi untuk mengatasi degradasi lahan pertanian.  Agar lebih memiliki nilai impact berperan terhadap peningkatan produktivitas tanaman maupun kesuburan dan kesehatan tanah di Indonesia, inovasi teknologi ini perlu didiseminasikan ke daerah.

Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Kementerian Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dan Balai Penelitian Tanah) berinisiatif melakukan Diseminasi Teknologi Pusat Unggulan Iptek Padi dan Tanah pada tanggal 9 Maret 2019 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas  lembaga  litbang  di  daerah.  Inovasi teknologi yang didiseminasikan adalah: (i) varietas padi unggulan baru dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dan (ii) pupuk hayati Agrimeth dari Balai Penelitian Tanah.   Kegiatan diseminasi yang merupakan Kegiatan Inisiasi Pusat Unggulan Inovasi Daerah (PUID) ini dapat terselenggara di Kab. Luwu Timur,  karena adanya inisiasi dari Bapak Tamsil Linrung (Anggota DPR RI Komisi VII) yang melihat perlunya teknologi padi dan tanah bagi masyarakat di Desa Mangkutana, Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya di hadapan lebih dari 100 orang petani dan kelompok tani di Desa Mangkutana, Bapak Tamsil Linrung mengutarakan bahwa “Petani saat ini mengalami krisis dikarenakan kegagalan dalam mengelola lahan, penyebab utamanya adalah akibat kualitas benih dan pupuk yang tidak tepat.  Diseminasi inovasi varietas padi dan formulasi pupuk berkualitas yang dihasilkan oleh Kementan ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi krisis tersebut sehingga lahan pertanian bisa lebih produktif".  

Selain kegiatan diseminasi juga dilakukan kegiatan bimbingan teknis mengenai mengenai pupuk hayati serta aplikasinya pada benih padi, dan yang menjadi narasumber adalah Dr. Etty Pratiwi (inventor pupuk hayati Agrimeth, Balai Penelitian Tanah) dan Dr. Zuziana Susanti (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi).  Pada kesempatan yang sama diberikan bantuan pupuk hayati Agrimeth untuk luasan 100 ha lahan padi sawah.  Bantuan secara simbolik diserahkan oleh Bapak Tamsil Linrung kepada Kepala Desa Wonorejo Timur, Kab. Luwu Timur untuk dibagikan kepada para petani atau kelompok tani di Desa Mangkutana, Kab. Luwu Timur (E.P, 11 Maret 2019).

 

Dalam rangka menyampaikan hasil penelitian Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) pada lahan rawa pasang surut di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dan untuk mendapatkan umpan balik dari stakeholder, Balai Penelitian Tanah (Balittanah) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) PLTB di Palangkaraya pada 4 Maret 2019 lalu.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kalimantan tersebut dihadiri oleh Direktorat Irigasi Ditjen PSP, Bappedalitbang, Bappeda Kabupaten, Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah, Perguruan Tinggi, Balai Penelitian Lahan Rawa, Balai Penelitian Klimatologi dan Hidrologi, BPTP Kalimantan Tengah, dan WWF.

Kepala Balittanah, Dr. Husnain, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan tersebut berawal dari keinginan Pemda Kalimantan Tengah dan Kotawaringin Barat kepada Badan Litbang Pertanian agar menyediakan teknologi penyiapan lahan tanpa bakar. Salah satu teknologi yang diintroduksikan adalah dekomposisi biomass menggunakan mikroba.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, S. Hut, M.P. dalam sambutannya menyampaikan bahwa teknologi pembukaan lahan tanpa bakar sangat diperlukan dalam rangka mengurangi dampak negatif pembakaran lahan yang selalu terjadi utamanya di bidang kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan perekonomian.

Prof. Dr. Fahmuddin Agus, peneliti Balittanah, dalam paparannya menyampaikan bahwa dekomposer yang terseleksi dapat mempercepat proses pembuatan kompos. Pelapukan daun dan ranting halus berlangsung dalam waktu < 1 bulan, namun untuk pelapukan kayu dibutuhkan waktu beberapa bulan dan diperlukan pencacahan lebih dahulu. Konversi kayu menjadi biochar merupakan salah satu alternatif. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa teknologi penyiapan lahan tanpa bakar dan pemupukan memerlukan biaya lebih tinggi, akan tetapi produktivitas dan keuntungannya juga lebih tinggi.

Dr. I Made Subiksa, peneliti Balittanah, menyampaikan bahwa setelah teknologi PLTB dihasilkan, maka semua stakeholder terkait dapat mengimplementasikan teknologi tersebut di lapangan, sehingga ke depannya permasalahan lingkungan teratasi dan usahatani dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan dapat berlangsung dengan baik. (AS, 5 Maret 2019).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933