Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

“Dalam rangka meningkatkan kinerja diseminasi dan umpan balik atas inovasi teknologi yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanah (Balittanah), maka pengembangan sistem layanan informasi menjadi penting untuk dilakukan.” Demikian disampaikan Kasie Jaslit Balittanah, Dr. Asmarhansyah pada saat sosialisasi Rancangan Proyek Perubahan di Ruang Rapat II Balittanah pada Rapat Koordinasi Seninan tanggal 18 Nopember 2019.

Lebih lanjut Beliau sampaikan bahwa Proyek Perubahan tersebut merupakan salah satu tugas dalam mengikuti Diklat Kepemimpinan, Kementerian Pertanian. Melalui sistem layanan informasi yang dikembangkan tersebut, para pengguna (users) akan mendapatkan informasi produk (perangkat uji, dekomposer, pupuk hayati, pupuk organik dan pembenah tanah, sistem aplikasi) dan rekomendasi teknologi Balittanah secara utuh dan cepat. Selain itu, para pengguna dapat menyampaikan umpan balik berupa pertanyaan atau pun saran secara langsung. Pada sisi lain, Balittanah akan mendapatkan umpan balik yang sangat berguna dalam perbaikan inovasi teknologi ke depannya.

Kepala Balittanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem informasi layanan ini sangat penting, apalagi dilihat dari aspek tingkat kesiapan teknologi. Inovasi teknologi yang dihasilkan para peneliti harus didiseminasikan kepada para pengguna. Selain itu, lanjut Beliau, kinerja Balittanah dapat juga dilihat dari jumlah inovasi teknologi yang telah didiseminasi dan dimanfaatkan oleh para pengguna.

Rakor Seninan ini dihadiri oleh Kepala Balittanah, pejabat struktural, peneliti, litkayasa, laboran, dan staf administrasi Balittanah. (As dan M.Is).

Selaras dengan era industri 4.0, Ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia juga harus semakin unggul serta aplikatif. Lembaga-lembaga pengetahuan dan pendidikan didorong untuk memiliki daya saing berlomba mengeluarkan produk-produk IPTEK nya.

Dalam rangka penguatan Pusat Unggulan Iptek (PUI) tahun 2019 Kemenristekdikti mengembangkan skema dan mekanisme pembinaan bagi lembaga litbang dalam memperkuat kapasitas kelembagaan mencakup sourcing capacity, R&D capacity, dan diseminating capacity.

Salah satu upaya yang dilakukan Kemenristekdikti dalam mekanisme pembinaan adalah melaksanakan Forum Evaluasi Kinerja dan FGD Penguatan Kelembagaan Pusat Unggulan Iptek pada Tahun 2019. Forum ini merupakan salah satu asistensi pembinaan untuk membahas substansi capaian kinerja lembaga Litbang Balittanah selama tahun 2019 serta potensi penetapan atau perpanjangan status Balittanah sebagai PUI.

Adapun FGD penguatan lembaga PUI dilakukan untuk melihat kesesuaian pelaksanaan kegiatan yang sudah dilaklukan dengan roadmap yang telah disusun sebelummya serta sebagai langkah percepatan pelaksanaan kegiatan dalam rangka pencapaian target lembaga Balittanah sebagai Pusat Unggulan Iptek.

Kegiatan Evaluasi Kinerja dan FGD Penguatan Kelembagaan Pusat Unggulan Iptek Balittanah dilaksanakan pada Tanggal 12 November 2019 bertempat di ruang rapat II Balittanah. Acara ini dihadiri langsung oleh pihak Kemenristekdikti dalam hal ini  Kasubid Lemlitbang yaitu Layla Nirsa, S.Sos., M.Hum., dan Ichsan, A.Md. (staf Kemeristekdikti), Kepala Balai Penelitian Tanah (Dr. Ladiyani Retno Widowati), Tim Pakar (Dr. Achmad Rachman dan Dr. Sri Rochayati), serta tim PUI Balittanah.

Layla menilai capaian kinerja lembaga PUI Balittanah telah melebihi target namun demikian masih tetap harus dilakukan penyempurnaan lagi agar hasilnya  optimal.

Tim pakar, Dr. Sri Rochayati mengharapkan adanya kemampuan pegawai dalam hal penguasaan IT. Hal ini untuk mengimbangi kemajuan era industri 4.0. Selanjutnya Dr. Achmad Rahman juga  memberikan masukan mengenai publikasi dan sitasi di Balittanah. Beliau menyoroti rasio jumlah peneliti di Balittanah yang belum seimbang dengan sitasi publikasinya.

Balittanah selaku lembaga PUI bertekad  untuk meningkatkan kinerja dan terus berinovasi menciptakan teknologi di bidang pertanian yang aplikatif sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta nilai tambah sektor pertanian. Salam PUI. (Ijang, KZ, M.Is, AFS).

Ada tahu dan tempe, pasti ada kedelai dibaliknya. Pada tanggal 8 November 2019 di Mojokerto telah dilakukan panen kedelai untuk Produksi Benih Sumber VUB Kedelai Balitbangtan. Sekaligus dilakukan temu lapang dengan produsen tahu tempe, penangkar, penyuluh, mahasiswa Poltan dan mahasiswa dari universitas swasta setempat dengan peserta lebih dari 200 orang.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kapuslibangtan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA menyampaikan kedelai yang ditanam terdiri atas 6 varietas baru di antaranya Devon (kedelai isoflavon), Dega (kedelai genjah), Dena 1 (tahan naungan), Dering (tahan kering).  Varietas-varietas ini mempunyai kelebihan masing-masing yang disesuaikan dengan ekosistem pertanaman dan musimnya dengan produktivitas tinggi.

Salah satu pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto yang mewakili Bapak Bupati adalah “Biasanya kedelai jika sudah tua dan mengering akan mudah pecah polongnya, tetapi untuk kedelai varietas Balitbangtan tidak seperti itu”. Pecah polong adalah salah satu penyebab kehilangan hasil panen yang cukup besar saat menjelang panen.

Dalam upaya menyambut varietas baru tersebut, Balai Penelitian Tanah juga harus menyiapkan rekomendasi untuk pengelolaan tanah dan haranya. Menurut Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ladiyani Retno Widowati, produksi yang tinggi memerlukan sejumlah hara yang cukup dan kondisi tanah yang mendukung pertumbuhan perakaran. Hal ini memerlukan dukungan para penelitian dalam ruang lingkup tersebut.

Pada acara diskusi, petani yang berasal dari Bangsal menyatakan salah satu kendala budidaya adalah ketidaktersediaan pupuk pada waktu pemupukan masih menjadi kendala. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dari semua pihak terkait agar tidak lagi menjadi hambatan bagi petani.

Acara selesai pada pukul 11.30 WIB. Hadir pada kesempatan tersebut Dandim Mojokerto, Sekda 2 Mojokerto, Karantina, KaBalitkabi, KaBPTP Jatim,  KaBalittanah, KaBalitjestro, Kabalitas, serta BPS daerah. (LRW, ZK, M.Is, AFS).

Salah satu program kerja kabinet Presiden Jokowi adalah pembangunan sumberdaya manusia yang antara lain menciptakan generasi pekerja keras yang dinamis, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam menyikapi hal tersebut, Balitbangtan Kementan siap melaksanakan dan berkomitmen dalam mendukung program tersebut. Salah satu dukungan untuk melaksanakan program tersebut adalah dengan melakukan untuk kesekian kalinya pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat fungsional.

Bertempat di ruang rapat Lt IV Balitbangtan, pada tanggal 11 November 2019 telah dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat fungsional lingkup Balitbangtan ditambah dengan Pusdatin Setjen dan Ditjen Perkebunan. Pelantikan pejabat fungsional ini terdiri dari peneliti, litkayasa, penyuluh, dan pranata komputer.

Pelantikan dipimpin oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Jufry dihadiri oleh hampir semua kepala Puslit, Puslitbang dan BB Lingkup Balitbangtan serta pejabat struktural lingkup Balitbangtan wilayah Bogor dan Jakarta.

Pada kesempatan ini pelantikan diikuti oleh 90 pejabat fungsional lingkup Balitbangtan ditambah dengan Pusdatin dan Ditjen Perkebunan. Balittanah menyertakan 2 peneliti dan 4 teknisi litkayasa dalam pelantikan tersebut.

Dalam sambutannya Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Jufry antara lain mengatakan “Pelantikan ini merupakan yang ke sembilan selama tahun 2019 di lingkup Balitbangtan. Menjadi penjabat fungsional itu adalah pilihan dalam suatu organisasi. Organisasi pemerintah sekarang mendorong untuk menjadi pejabat fungsional. “Alhamdulillah hari ini Bapak dan Ibu dapat menjadi bagian dari pejabat fungsional”, lanjutnya.

Dalam akhir sambutannya, Kepala Balitbangtan mengharapkan kepada pejabat fungsional yang baru dilantik yang merupakan ujung tombak yang selalu memberikan yang terbaik untuk Kementerian Pertanian. Seorang pejabat fungsional bukan hanya maju tetapi harus modern juga. “Jadi semua yang terkait dengan kemajuan teknologi suka tidak suka , mau tidak mau harus kita kuasai. Pejabat fungsional Kementerian Pertanian harus selangkah dua langkah di depan” pungkasnya.

Harapan kita semua, dengan pelantikan pejabat fungsional ini dapat menjawab tantangan kedepan dalam pembangunan pertanian. Bravo Kementan, Bravo Balitbangtan, Bravo Balittanah. (M.Is).

 

 

 

 

Balittanah setiap minggu mengadakan Rakor Seninan. "Tujuan rakor ini adalah agar informasi kegiatan dalam satu minggu ke belakang bisa diinformasikan dengan baik di Seninan ini”, demikian salah satu penjelasan Ka Balittanah pada Rakor Seninan kali ini.

Rakor kali ini dilaksanakan pada tanggal 4 November 2019 di RR II Balittanah dipimpin oleh Ka Balittanah (Dr. Ladiyani Retno Widowati), dihadiri oleh pejabat struktural, Ka kelti, peneliti, litkayasa, pustakawan, dan staf Balittanah.
Pada kesempatan rakor ini antara lain dipaparkan kegiatan ketatausahaan, serapan dana penelitian, pengadaan barang yang telah dilakukan, SPI, diseminasi, kegiatan laboratorium, dan kegiatan penelitian.

Dalam Rakor ini, Ka Balittanah antara lain mengharapkan juga seluruh staf Balittanah yang dinas luar di hari Senin bisa menghadiri Rakor Seninan terlebih dahulu.

Selanjutnya Plh Ka Subbag TU, Heri Wibowo ST, M.Sc menjelaskan mengenai rekap absensi ASN Balittanah 2 minggu terakhir ini, juga dijelaskan cara pengisian SKP. “Untuk pengisian SKP tahun 2020 terdapat perubahan pada sistem e-personal antara lain aktifitas diisi per 2 minggu maksimalnya, tanggal 1-14 dapat diisi maksimal sampai tanggal 17 dan aktifitas harian tanggal 15-31 hanya dapat diisi sampai tanggal 3 bulan berikutnya., lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Ketua ULP Balittanah, Dr. Adha Fatmah Siregar menjelaskan mengenai 5 paket lelang di TA 2019, dimana dari lima paket tender, empat paket sudah terealisasi dan 1 satu paket yaitu Pengembangan Sistem Layanan Online dan Otomatisasi Peralatan Laboratorium Tanah sedang dalam proses.

Unit keuangan dan Sie Yantek yang diwakili oleh Heri Supiyono menjelaskan mengenai penyerapan dana penelitian 2019. Kasie Jaslit, Dr. Asmarhansyah menjelaskan tentang enam kerjasama yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 yaitu, kerjasama dengan KREI, Peat Posh, PT. Pupuk Sriwijaya, PT Pupuk Kaltim, PT GCS, dan PT Pupuk Indonesia.

Sistem Pengendalian Internal (SPI) dijelaskan oleh Ijang Isyapudin (staf jaslit) pada rakor seninan ini, antara lain menjelaskan kehadirannya dalam Forum Nasional SPI yang dilaksanakan pada tanggal 28-30 Oktober 2019 yang lalu. Sedangkan kegiatan PUI dijelaskannya antara lain mengenai persiapan kegiatan FGD PUI pada tanggal 12 November 2019.

Selanjutnya Ketua Kelti Biologi dan Kesehatan Tanah (Dr. Surono) antara lain menjelas kan mengenai produk-produk yang terkait dengan PHPC (pupuk hayati pengendali cekaman) dan lignin dekomposer. Balittanah sudah mempunyai banyak hasil penelitian dan produk pupuk hayati, biopestisida dan agen remediasi yang akan dibuat kultur koleksi mikroba.

Pada rakor ini, peserta dengan antusias, dan aktif berdiskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan paparan diatas.

Pada akhir acara rakor, diputarkan video mengenai salah satu produk Balittanah yang akan dilaunching tahun ini, yaitu video Soil Sensing Kit.

Diharapkan dengan kegiatan rutin Rakor Seninan ini mampu lebih mengoptimalkan kinerja SDM Balittanah. BRAVO Balittanah.(M.Is, AGR).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933